Wapres Gibran Respons Rapor dari Kabinet Bayangan, Apa Jawabannya?
Wakil Presiden Gibran merespons "rapor" kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang dirilis Kabinet Bayangan dan Celios dengan menyatakan bahwa kritik publik akan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan kinerja. Survei tersebut menunjukkan nilai rata-rata 4,7 dari skala 10 dari kelompok masyarakat dan 2,9 dari para ahli, dengan berbagai permasalahan seperti 82 persen responden mengeluhkan pungutan pajak yang memberatkan, 62 persen menilai pemerintah gagal mengatasi pengangguran, serta 55 persen pendukung Prabowo pada pemilu lalu menyatakan tidak akan memilihnya kembali.
Poin-Poin Utama
- Kabinet Bayangan dan Celios merilis rapor kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran pada 11 Oktober 2026.
- Survei dilakukan pada 15 September hingga 9 Oktober 2026 dengan metode snowballing sampling.
- Responden survei terdiri dari 1.142 masyarakat umum dan 129 responden ahli.
- Masyarakat umum memberi nilai rata-rata kinerja Prabowo-Gibran sebesar 4,7 dari skala 10.
- Kelompok pakar memberi nilai rata-rata kinerja sebesar 2,9 dari skala 10.
- Para ahli memberi skor 2,8 dari 10 kepada Presiden Prabowo.
- Masyarakat memberi skor 4,6 dari 10 kepada Presiden Prabowo.
- Para ahli memberi skor 2,2 dari 10 kepada Wakil Presiden Gibran.
- Masyarakat memberi skor 4,9 dari 10 kepada Wakil Presiden Gibran.
- Sebanyak 82 persen responden mengeluhkan pungutan pajak dan retribusi yang makin memberatkan.
- Sebanyak 62 persen responden menilai pemerintah gagal mengatasi masalah pengangguran.
- Sebanyak 53 persen responden menyatakan kondisi ekonomi rumah tangga terus memburuk.
- Sebanyak 55 persen responden mengaku memilih Prabowo pada pemilu lalu dan tidak akan memilihnya kembali.
- Sebanyak 75 persen responden merasa stres dengan kebijakan pemerintah.
- Sebanyak 67 persen responden stres dengan perilaku Prabowo Subianto.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.