37.494 WNI Berada di Riyadh, Tak Ada yang Jadi Korban Serangan Houthi
Kementerian Luar Negeri mencatat sebanyak 37.494 WNI berada di Riyadh dari total 581.000 WNI di Arab Saudi. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka di kalangan WNI akibat serangan rudal balistik Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid pada Oktober 2026. Bandara ditutup sementara hingga 17 Oktober 2026 untuk verifikasi keamanan, dan Kemlu telah mengingatkan WNI agar meningkatkan kewaspadaan serta menghindari area bandara.
Poin-Poin Utama
- 37.494 WNI berada di Riyadh, Arab Saudi.
- 581.000 WNI tersebar di seluruh Arab Saudi.
- Tidak ada WNI yang menjadi korban serangan di Bandara Internasional King Khalid.
- Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid terjadi pada 10 dan 11 Oktober 2026.
- Serangan rudal balistik Houthi terjadi pada 12 Oktober malam 2026.
- Bandara King Khalid ditutup sementara hingga 17 Oktober 2026.
- Penutupan bandara dilakukan untuk verifikasi keamanan dan penilaian kesiapan fasilitas.
- Juru bicara Kemlu bernama Yvonne Mewengkang.
- Kemlu dan KBRI Riyadh terus memantau situasi keamanan di Riyadh.
- Kemlu dan KBRI Riyadh mengeluarkan peringatan peningkatan kewaspadaan bagi WNI.
- WNI diminta menghindari area bandara.
- WNI diminta membatasi perjalanan tidak penting.
- WNI diminta memantau informasi resmi dari otoritas Saudi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.