Beranda Rabu, 14 Oktober 2026

!online

Lingkungan Netral

Kondisi Kualitas Udara di Kalimantan dan Sumatra Hari Ini Imbas Kebakaran Hutan

Rabu, 14 Oktober 2026, 08:05 WIB Sumber: Liputan6 Dibaca 8 kali
Ukuran:

Kabut asap dari kebakaran hutan menyebabkan kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya, dengan Palembang mencapai angka 877 dan Kubu Raya, Sintang, hingga Pangkalanbun di Kalimantan Barat mencapai 1144 berdasarkan data IQAir. Konsentrasi partikel halus PM2.5 yang sangat tinggi berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti iritasi mata, tenggorokan, dan gangguan pernapasan. Masyarakat disarankan memantau kualitas udara secara berkala dan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika tingkat pencemaran meningkat.

Poin-Poin Utama

  • Kualitas udara di Palembang, Sumatra Selatan, tercatat pada AQI 877 yang masuk kategori berbahaya.
  • Konsentrasi PM2.5 di Palembang mencapai 514,7 mikrogram per meter kubik.
  • Kualitas udara di Lampung tercatat pada AQI 158 yang masuk kategori tidak sehat.
  • Kualitas udara di Provinsi Jambi tercatat pada AQI 198 yang masuk kategori tidak sehat.
  • Kualitas udara di Pekanbaru, Riau, tercatat pada AQI 401 yang masuk kategori berbahaya.
  • Kualitas udara di Padang, Sumatera Barat, tercatat pada AQI 227 yang masuk kategori tidak sehat.
  • Kualitas udara di Medan, Sumatra Utara, tercatat pada AQI 205 yang masuk kategori tidak sehat.
  • Kualitas udara di Kubu Raya, Sintang, dan Pangkalanbun, Kalimantan Barat, tercatat pada AQI 1144 yang masuk kategori berbahaya.
  • Kualitas udara di Pontianak tercatat pada AQI 223 yang masuk kategori sangat tidak sehat.
  • Kualitas udara di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tercatat pada kategori berbahaya.
  • Kualitas udara di Balikpapan, Kalimantan Timur, masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
  • Kebakaran hutan masih terjadi di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
  • Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil dan dapat masuk ke dalam paru-paru hingga berpotensi mencapai aliran darah.
  • Konsentrasi tinggi PM2.5 dapat meningkatkan risiko iritasi mata, iritasi tenggorokan, dan gangguan pernapasan.
  • Jika kualitas udara tidak sehat, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan dan menutup jendela.
Tagar Terkait
#kebakaran hutan#kesehatan#kualitas udara#kabut asap#kalimantan#polusi udara#pm2.5#sumatra
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.

Buka Sumber di Liputan6

Warta Terkini Lainnya