RI-Kamerun kembangkan pabrik pengolahan singkong
Indonesia dan Kamerun mengembangkan proyek percontohan pabrik pengolahan singkong sebagai tindak lanjut nota kesepahaman yang ditandatangani pada Trade Expo Indonesia 2025, dengan PT Asindo Tech menyepakati penyediaan teknologi pengolahan singkong senilai 15 juta dolar AS dan pemerintah Kamerun menyediakan 4.000 hektar lahan untuk proyek tersebut. Kerja sama ini dirancang untuk transfer pengetahuan dan teknologi dari Indonesia agar Kamerun mampu mengolah singkong menjadi produk bernilai tambah seperti tapioka untuk tujuan ekspor. Kementerian Perdagangan RI mencatat ekspor Indonesia ke Kamerun sebesar 29,2 juta dolar AS pada Januari hingga Agustus 2026.
Poin-Poin Utama
- Indonesia dan Kamerun mengembangkan proyek percontohan pengolahan singkong.
- Proyek diproyeksikan selesai dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
- Nota kesepahaman ditandatangani pada Trade Expo Indonesia 2025.
- Singkong merupakan makanan harian masyarakat Kamerun.
- Kamerun mengusulkan kerja sama transfer pengetahuan dan teknologi kepada Indonesia.
- PT Asindo Tech menyepakati proyek pengolahan singkong senilai 15 juta dolar AS.
- Nilai proyek PT Asindo Tech setara dengan Rp269,08 miliar.
- PT Asindo Tech menjalin kerja sama pembangkit listrik biogas 1,5 megawatt di Chad.
- Nilai proyek pembangkit listrik biogas setara dengan Rp57,40 miliar.
- Pabrik pengolahan singkong di Kamerun menggunakan bahan dan SDM dari Indonesia.
- Pemerintah Kamerun menyediakan 4.000 hektar lahan untuk proyek tersebut.
- Kementerian perekonomian Kamerun meminta pihak Indonesia menyampaikan kendala jika ada.
- Pelaku usaha Kamerun telah mengunjungi Indonesia untuk memperkuat rencana bisnis.
- Ekspor Indonesia ke Kamerun tercatat 29,2 juta dolar AS pada Januari hingga Agustus 2026.
- Nilai impor Indonesia dari Kamerun mencapai 108,2 juta dolar AS pada periode yang sama.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.