Beranda Kamis, 15 Oktober 2026

!online

Lingkungan Netral

Mengurai Benang Kusut Kebakaran Hutan dan Lahan yang Terus Berulang

Kamis, 15 Oktober 2026, 06:12 WIB Sumber: Liputan6 Dibaca 8 kali
Ukuran:

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tidak bisa diselesaikan hanya dengan upaya pemadaman, melainkan memerlukan penelusuran akar persoalan dari aktivitas manusia, arah kebijakan pembangunan, hingga lemahnya koordinasi antarsektor. Peneliti BRIN Yayan Hadiyan menyatakan karhutla lebih banyak dipicu oleh faktor manusia dibandingkan faktor alam, sehingga perhatian perlu diarahkan untuk memahami berbagai aktivitas yang menjadi pemicu serta mengidentifikasi akar masalah secara lebih mendalam. Harmonisasi kebijakan antarsektor, penguatan koordinasi antarpihak, peningkatan kesiapsiagaan mitigasi sebelum musim kering, dan penegakan hukum yang tegas perlu dilakukan secara beriringan agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika api sudah meluas.

Poin-Poin Utama

  • Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia terus berulang dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan upaya pemadaman.
  • Peneliti BRIN Yayan Hadiyan menyatakan karhutla lebih banyak dipicu faktor manusia dibandingkan faktor alam.
  • Kebakaran akibat faktor alam hanya terjadi pada kondisi tertentu seperti dampak letusan gunung berapi.
  • Persoalan karhutla perlu dipahami secara lebih luas dengan melihat hubungan sebab-akibat.
  • Kebijakan pembangunan antarsektor yang tidak selaras menyulitkan pencegahan karhutla.
  • Harmonisasi kebijakan antarsektor diperlukan untuk mengatasi masalah karhutla.
  • Koordinasi antarpihak yang berkepentingan masih lemah dalam penanganan karhutla.
  • Penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan banyak sektor termasuk pemerintah dan masyarakat.
  • Aspek budaya lokal perlu mendapat perhatian dalam rumusan langkah pencegahan.
  • Kesiapan mitigasi sebelum musim kering menjadi hal penting untuk dievaluasi.
  • Penegakan hukum yang tegas dan adil diperlukan sebagai bagian upaya mengatasi karhutla.
  • Karhutla kali ini telah berlangsung sekitar tiga bulan.
  • Yayan Hadiyan mengapresiasi kerja keras satgas dan tim relais di berbagai daerah.
  • Catatan penting dari penanganan karhutla harus menjadi bahan perbaikan kebijakan ke depan.
  • Langkah penanganan karhutla perlu berjalan beriringan dengan perbaikan tata kelola dan penguatan koordinasi.
Tagar Terkait
#karhutla#kebakaran hutan#brin#lingkungan hidup#mitigasi#tata kelola hutan
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.

Buka Sumber di Liputan6

Warta Terkini Lainnya