Karhutla Sebabkan 288.540 Kasus ISPA, 22,5 Persen Di Antaranya Balita
Kebakaran hutan dan lahan menyebabkan 288.540 kasus infeksi saluran pernapasan akut di wilayah terdampak, dengan 22,5 persen di antaranya dialami anak balita. Kementerian Kesehatan mendorong kesiapan fasilitas layanan kesehatan melalui ruang aman asap untuk melindungi kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lansia, sementara 2.106 tenaga medis dan 2,8 juta masker telah dimobilisasi untuk menangani dampak kesehatan. Para ahli menekankan bahwa anak-anak merupakan kelompok paling rentan terhadap paparan asap karena mereka menghirup lebih banyak udara relatif terhadap berat badan serta sistem pernapasan dan imunnya yang masih berkembang.
Poin-Poin Utama
- Total kumulatif kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla mencapai 288.540 kasus.
- Sebanyak 22,5 persen dari total kasus tersebut merupakan anak balita.
- Asap karhutla mengandung partikel halus PM 2,5 dan zat berbahaya lain bagi kesehatan.
- Kelompok rentan terhadap paparan asap meliputi bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit paru kronis.
- Kementerian Kesehatan menyediakan ruang aman asap untuk melindungi kelompok rentan.
- Sebanyak 2.106 tenaga medis dan kesehatan telah dimobilisasi per 12 Oktober 2026.
- Sekitar 2,8 juta masker telah disiapkan untuk menghadapi situasi karhutla.
- Nebulizer harus digunakan sesuai indikasi dan petunjuk medis, bukan secara mandiri.
- Paparan asap karhutla dapat memicu gangguan kesehatan mental berupa stres dan kecemasan.
- Anak-anak merupakan kelompok paling rentan karena menghirup lebih banyak udara relatif terhadap berat badannya.
- Sistem pernapasan dan imun anak masih dalam tahap perkembangan sehingga lebih rentan terhadap paparan asap.
- Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah selama situasi asap masih buruk.
- Masker yang disarankan adalah respirator N95 atau KN95 yang terpasang dengan benar.
- Untuk bayi dan balita, penjauhkan dari paparan asap tidak cukup hanya dengan mengandalkan masker.
- Jika keluhan kesehatan menetap dan mengganggu keseharian, segera konsultasikan dengan tenaga medis.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.