Beranda Jumat, 16 Oktober 2026

!online

Ekonomi Netral

Perdagangan Dibuka Kembali, IHSG Lanjutkan Tren Pelemahan

Jumat, 16 Oktober 2026, 10:12 WIB Sumber: Republika Dibaca 7 kali
Ukuran:

Indeks Harga Saham Gabungan melanjutkan pelemahan setelah perdagangan dibuka kembali dari penghentian sementara akibat turun 10 persen ke level 5.211, mencerminkan volatilitas tinggi dan tekanan jual yang kuat di pasar saham domestik. MSCI membuka konsultasi untuk mengkaji ulang klasifikasi Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market hingga April 2027, yang turut memengaruhi sentimen investor.

Poin-Poin Utama

  • Indeks Harga Saham Gabungan melanjutkan penurunan setelah perdagangan dibuka kembali.
  • Perdagangan dibuka kembali pada pukul 09.30 WIB.
  • Pada pembukaan, IHSG turun 10 persen ke level 5.211.
  • IHSG dibuka melemah 469,86 poin atau 8,01 persen ke posisi 5.393,92 sehingga memicu penghentian sementara.
  • Pada pukul 09.49 WIB, IHSG berada di level 5.238 atau melemah 10,67 persen.
  • Indeks LQ45 turun 49,14 poin atau 8,33 persen ke posisi 540,95.
  • Tekanan koreksi berpotensi berlanjut apabila IHSG menembus level support 5.828.
  • Jika support 5.828 ditembus, IHSG berisiko menuju area 5.700 sebagai support psikologis berikutnya.
  • IHSG berpotensi melemah lebih dalam menuju 5.300 jika level 5.700 turut jebol.
  • MSCI membuka konsultasi untuk mengkaji ulang klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
  • MSCI menerima masukan dari pelaku pasar hingga 30 April 2027.
  • Keputusan final reklasifikasi MSCI akan diumumkan sebelum 30 Juni 2027.
  • MSCI menegaskan rencana reklasifikasi akan tetap berlanjut kecuali ditemukan bukti jelas perbaikan tata kelola.
  • Sejak Januari 2026, MSCI telah membekukan sebagian perubahan indeks saham Indonesia.
  • Pembekuan dilakukan karena investor menyoroti ketidaktransparanan struktur kepemilikan dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi.
Tagar Terkait
#ihsg#saham#pasar modal#bursa efek indonesia#msci#trading halt
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya