Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Kesehatan Netral

Hipertensi tak Lagi Identik dengan Lansia, Tekanan Darah Tinggi Sejak Muda Bisa Tingkatkan Risiko Aritmia

Senin, 7 September 2026, 00:38 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 1 kali
Ukuran:

Hipertensi tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga dialami dewasa muda berusia 18–39 tahun dengan prevalensi 23,4% menurut data CDC periode Agustus 2021–Agustus 2023. Tekanan darah tinggi yang berlangsung lama tanpa penanganan dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung atau aritmia, termasuk fibrilasi atrium, terutama pada hipertensi diastolik, sistolik-diastolik, dan hipertensi tingkat 2. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala serta penerapan gaya hidup sehat sejak usia muda penting dilakukan untuk mengurangi risiko kardiovaskular di kemudian hari.

Poin-Poin Utama

  • Hipertensi dapat dialami orang dewasa muda, bukan hanya lansia.
  • Hipertensi pada usia muda sering tanpa gejala jelas sehingga berisiko tidak terdeteksi.
  • Tekanan darah tinggi jangka panjang meningkatkan risiko gangguan irama jantung atau aritmia, termasuk fibrilasi atrium (AFib).
  • Data CDC menunjukkan prevalensi hipertensi pada kelompok usia 18–39 tahun sebesar 23,4%.
  • Periode pengumpulan data CDC berlangsung dari Agustus 2021 hingga Agustus 2023.
  • American Heart Association menyebut hipertensi lama dan tidak terkontrol meningkatkan risiko fibrilasi atrium.
  • Penelitian di Korea Selatan melibatkan hampir 3 juta orang dewasa berusia 20–39 tahun.
  • Studi Korea Selatan menemukan hipertensi diastolik dan sistolik-diastolik berkaitan dengan peningkatan risiko fibrilasi atrium.
  • Risiko fibrilasi atrium lebih tinggi pada beberapa kategori hipertensi tingkat 2.
  • Faktor risiko tambahan fibrilasi atrium pada usia 20–39 tahun meliputi lingkar pinggang tinggi, kebiasaan merokok, dan kualitas tidur buruk.
  • Kombinasi beberapa faktor risiko tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan jantung.
  • Gejala aritmia meliputi jantung berdebar, detak tidak teratur, pusing, kelelahan, sesak napas, dan nyeri dada.
  • Sebagian orang dengan fibrilasi atrium tidak merasakan gejala.
  • Fibrilasi atrium yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko komplikasi termasuk stroke.
  • Pemeriksaan tekanan darah secara berkala disarankan untuk deteksi dini hipertensi.
Tagar Terkait
#kesehatan jantung#aritmia#hipertensi#tekanan darah tinggi#fibrilasi atrium#dewasa muda
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya