Dampak Erupsi Anak Krakatau, Penerbangan di Sejumlah Bandara Dibatalkan hingga Dialihkan
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Ahad (6/9/2026) menyebabkan sebaran abu vulkanik yang berdampak pada aktivitas penerbangan di sejumlah bandara di Indonesia. Sebanyak 42 penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan 42 penerbangan di Bandara Internasional Juanda Surabaya dibatalkan, Bandara Halim Perdanakusuma ditutup sementara, serta beberapa penerbangan dialihkan pendaratannya ke Bandara Kertajati demi keselamatan.
Poin-Poin Utama
- Gunung Anak Krakatau erupsi pada Ahad, 6 September 2026.
- Abu vulkanik sebar ke sejumlah bandara di Indonesia.
- Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali) catat 42 penerbangan batal dan jadwal disesuaikan.
- Bandara Internasional Juanda (Surabaya) catat 42 penerbangan dibatalkan.
- Bandara Halim Perdanakusuma tutup sementara akibat sebaran abu vulkanik.
- Bandara Kertajati (Majalengka, Jawa Barat) jadi lokasi pendaratan pengalihan.
- Penerbangan GA 961 Garuda Indonesia rute Madinah–CGK dialihkan ke Kertajati.
- Penerbangan GA 983 Garuda Indonesia rute Jeddah–CGK dialihkan ke Kertajati.
- Bandara Kertajati terima dua pesawat Garuda Indonesia dari Arab Saudi.
- Langkah pengalihan dan pembatalan demi keselamatan dari dampak abu vulkanik.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.