Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Kronologi Warta Hukum

Di Sidang Yaqut, Eks Staf Kemenag Sebut Ada Fee Percepatan Haji

Dalam sidang kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024 di Pengadilan Tipikor Jakarta, eks Kasi Pendaftaran Kemenag Ridwan Kurniawan bersaksi menyebut adanya fee percepatan dari PIHK untuk pelaksanaan haji khusus 2024 senilai USD 786 ribu. Ridwan mengaku uang tersebut sempat dipegang staf khusus Yaqut, Gus Alex, namun hanya USD 700 ribu yang dikembalikan ke PIHK. Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas didakwa merugikan keuangan negara Rp 622 miliar bersama tiga terdakwa lainnya.

Total Warta 5 Laporan
Rentang Waktu 2 Hari Perkembangan
Redaksi Media 2 Portal
Sentimen Dominan Netral
Hari Ke-1

Selasa, 8 September 2026

4 warta
12:17 WIB DetikNews Netral

Di Sidang Yaqut, Eks Staf Kemenag Sebut Ada Fee Percepatan Haji

  • KPK summoned former Kemenag registration section head Ridwan Kurniawan (2012-2021) as witness in 2023-2024 additional Hajj quota corruption trial on September 8, 2026.
  • Trial held at Jakarta Tipikor Court with defendants Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Azis (Gus Alex), Asrul Azis Taba, and Ismail Adham.
  • Ridwan testified that fee of USD 786,000 was collected from PIHK as acceleration fee for 2024 special Hajj.
23:26 WIB DetikNews Negatif

Saksi Ungkap Fee Percepatan Haji Khusus di Kemenag Baru Ada di Era Yaqut

  • Saksi Abdul Muhyi bersaksi di sidang kasus korupsi kuota haji 2023-2024 di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada 8 September 2026.
  • Abdul Muhyi menjabat Analis Kebijakan Ahli Muda pada Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag periode 2022-2024.
  • Abdul Muhyi mulai mengabdi di Kemenag sejak tahun 2000 hingga saat ini.
Hari Ke-2

Rabu, 9 September 2026

1 warta
09:11 WIB CNN Netral

2 Saksi Bantah Aliran Uang ke Yaqut, Beber soal Dugaan Arahan Fee

  • Two witnesses denied giving US$271,500 to former Indonesian Minister of Religious Affairs Yaqut Cholil Qoumas.
  • Witnesses Ridwan Kurniawan and Abdul Muhyi testified at Jakarta Pusat Corruption Court on September 8-9.
  • Ridwan stated he never handed over the US$271,500 amount mentioned in KPK prosecutor's indictment.