Kondisi Gunung Anak Krakatau Senin Pagi Usai Erupsi
Gunung Anak Krakatau erupsi Minggu malam pukul 20.23 WIB terekam seismograf amplitudo 58 mm durasi 44 detik. Badan Geologi melaporkan aktivitas gempa Senin pagi (7/9/2026) meliputi 4 gempa hembusan, 34 low frequency, 44 hybrid, dan tremor terus-menerus dengan kondisi cuaca berawan serta gunung tertutup kabut. Masyarakat diimbau tidak mendekati kawah aktif dalam radius 3 km.
Poin-Poin Utama
- Gunung Anak Krakatau erupsi Senin (7/9/2026) pukul 20.23 WIB malam sebelumnya.
- Badan Geologi laporkan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode 00.00–06.00 WIB.
- Erupsi sebelumnya terekam seismograf amplitudo maksimum 58 mm, durasi 44 detik.
- Visual letusan tidak teramati akibat kabut 0-III.
- Suhu udara tercatat 25.7–26.4°C, kelembaban 79–82%.
- Angin lemah hingga sedang ke arah barat laut.
- Terjadi 4 kali gempa hembusan, amplitudo 30–41 mm, durasi 22–39 detik.
- Terjadi 17 kali gempa Harmonik, amplitudo 24–46 mm, durasi 23–387 detik.
- Terjadi 34 kali gempa Low Frequency, amplitudo 19–45 mm, durasi 6–19 detik.
- Terjadi 44 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, amplitudo 20–46 mm, durasi 7–23 detik.
- Terjadi 1 kali gempa Tremor Menerus, amplitudo 5–15 mm, dominan 10 mm.
- Asap kawah tidak teramati.
- Masyarakat dilarang mendekati kawah aktif dalam radius 3 km.
- Lahan kawah aktif Gunung Anak Krakatau tertutup kabut.
- PVMBG keluarkan imbauan resmi melalui akun X.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.