Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Lingkungan Negatif

IAKMI: Upaya kolaboratif pencegahan perlu diperkuat tangani kathutla

Senin, 7 September 2026, 11:53 WIB Sumber: Antara News
Ukuran:

Ketua Umum IAKMI Hermawan Saputra menegaskan upaya kolaboratif multipihak, tidak hanya sektor kesehatan, harus diperkuat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bersifat kasus tahunan, dengan menghindari perilaku pemicu seperti pembakaran dan pembuangan puntung rokok. Masyarakat diimbau melindungi diri dari paparan asap menggunakan masker N95, pakaian tertutup, serta minum air putih, sementara kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, anak-anak, dan penderita komorbid berisiko mengalami gangguan pernapasan termasuk ISPA, asma, dan PPOK. Kementerian Kesehatan telah memperkuat bantuan logistik berupa masker dan konsentrator oksigen serta menggencarkan edukasi, surveilans kualitas udara, dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk merespons dampak karhutla terhadap 5,4 juta orang di tujuh provinsi.

Poin-Poin Utama

  • Ketua Umum PP IAKMI Hermawan Saputra sebut upaya kolaboratif harus ditingkatkan tangani karhutla.
  • Karhutla masuk kategori kasus tahunan sehingga pencegahan perlu sejak dini.
  • Pencegahan hindari perilaku buang puntung rokok, pembakaran sembarangan, dan buka lahan bakar.
  • Risiko meningkat saat musim kemarau ketika lahan kering dan mudah terbakar.
  • Diperlukan kerja sama multipihak: kesehatan, kehutanan, perkebunan, sosial, ketenagakerjaan.
  • Kelompok rentan: pemilik komorbid, ibu hamil, lansia, anak-anak, bayi.
  • Masker standar N95 direkomendasikan untuk menyaring udara efektif.
  • Masker, oksigen, dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan disebut layanan kesehatan utama.
  • Partikel asap berasal dari jaringan pohon, dedaunan, plastik, material lain.
  • ISPA jadi kasus paling umum akibat paparan asap karhutla.
  • Penyakit terkait lanjutan: PPOK, asma, gangguan paru lain.
  • Kemenkes perkuat logistik termasuk masker dan konsentrator oksigen.
  • Bantuan menyasar 5,4 juta orang di tujuh provinsi terdampak.
  • Strategi Kemenkes: edukasi, surveilans ISPA/pneumonia/asma/iritasi, surveilans kualitas udara, surat kewaspadaan.
  • Kemenkes siagakan Public Safety Center, pos pelayanan, RS rujukan, mobilisasi bantuan logistik.
Tagar Terkait
#karhutla#kebakaran hutan#ispa#kabut asap#polusi udara#kesehatan masyarakat#iakmi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.

Buka Sumber di Antara News

Warta Terkini Lainnya