Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Tetap Siaga Level III
Badan Geologi ESDM resmi mengakhiri status erupsi menerus Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak 4 September, namun aktivitas vulkaniknya tetap tinggi dengan tiga kali erupsi strombolian terdeteksi pasca-fase tersebut. Tingkat aktivitas gunung dipertahankan pada Level III (Siaga) karena pasokan magma masih berlangsung dan potensi letusan dalam waktu dekat masih sangat tinggi, dengan ancaman utama berupa lontaran batu pijar, hujan abu, dan aliran lava. Masyarakat diimbau mematuhi radius aman 3 kilometer, menggunakan masker saat terdampak abu vulkanik, dan mengabaikan hoaks terkait potensi tsunami di pesisir Banten dan Lampung.
Poin-Poin Utama
- Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berakhir Minggu pukul 00.04 WIB.
- Erupsi menerus berlangsung sejak Jumat pukul 23.07 WIB.
- Badan Geologi Kementerian ESDM umumkan berakhirnya erupsi.
- Tiga erupsi strombolian dengan kolom abu hitam teramati pascafase erupsi panjang.
- Kepala Badan Geologi Lana Saria sampaikan pernyataan resmi Senin.
- Pemantauan 6-7 September catat tiga gempa erupsi.
- Tercatat 93 gempa low frequency dalam periode pemantauan.
- Tercatat 98 gempa hybrid dalam periode pemantauan.
- Gempa tremor menerus terekam mengindikasikan pasokan magma masih aktif.
- Status aktivitas Gunung Anak Krakatau dipertahankan Level III Siaga.
- Ancaman utama meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava.
- Radius aman tiga kilometer dari pusat aktivitas ditetapkan.
- Masyarakat diimbau pakai masker saat terpapar abu vulkanik.
- Warga pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang terkait isu tsunami.
- Masyarakat diminta ikuti arahan BPBD setempat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.