Abu Vulkanik Anak Krakatau Bergerak ke Barat, Bandar Lampung Hujan Abu
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi sejak Sabtu (5/9), menyebabkan abu vulkanik terbawa angin ke arah barat dan mengguyur wilayah Bandar Lampung serta sekitarnya. Warga diminta menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar, serta menghindari paparan abu dengan mengurangi aktivitas di luar rumah. Gunung berstatus Level III (Siaga) dengan larangan mendekati kawasan dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Poin-Poin Utama
- Erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi sejak Sabtu (5/9) dini hari hingga siang WIB.
- Abu vulkanik berpotensi terbawa angin ke arah barat.
- Warga Bandar Lampung mulai merasakan hujan abu vulkanik Sabtu malam.
- Abu vulkanik juga sampai di wilayah Kemiling, Bandar Lampung.
- Jarak Gunung Anak Krakatau ke Bandar Lampung sekitar 80 km.
- Warga Natar, Lampung Selatan terdampak abu vulkanik dekat Bandara Lampung.
- Traveller asal Bogor di Pulau Sangiang, Selat Sunda, juga terdampak abu vulkanik.
- Kolom erupsi tidak dapat diamati karena kawasan gunung tertutup kabut.
- Aktivitas erupsi terekam secara menerus pada periode pukul 06.00-12.00 WIB.
- Amplitudo kegempaan maksimum tercatat 70 milimeter.
- Durasi kegempaan tercatat 21.600 detik.
- Suara gemuruh dan dentuman terdengar dengan intensitas lemah hingga sedang.
- Masyarakat diminta menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar.
- Masyarakat dilarang mendekati kawasan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
- Gunung Anak Krakatau berstatus Level III atau Siaga.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.