Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Lingkungan Negatif

Rawa Pening Surut, Warga Pun Bercocok Tanam

Senin, 7 September 2026, 16:10 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Turunnya muka air Rawa Pening saat musim kemarau membuka lahan pertanian baru bagi warga tepian danau seperti Pariyem dan Rahmat yang menanam kacang tanah serta padi. Danau alami di Kabupaten Semarang ini juga menghadapi tekanan ekologis berupa sedimentasi dan pertumbuhan eceng gondok yang mencapai 45 persen permukaan danau pada 2013. Kondisi tersebut mencerminkan bentangan persoalan lingkungan, sosial, dan ekonomi yang saling terkait di kawasan tersebut.

Poin-Poin Utama

  • Warga tepian Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menanam kacang tanah dan padi di lahan terbuka saat kemarau.
  • Pariyem menyiram kacang tanah Senin (7/9/2026) di lahan bekas genangan danau.
  • Rahmat berpindah dari mencari ikan ke bercocok tanam padi setelah membersihkan ilalang dan eceng gondok.
  • Rawa Pening berada di cekungan antara Gunung Telomoyo dan Gunung Ungaran, outflow via Sungai Tuntang.
  • Kementerian PUPR catat luas genangan Rawa Pening sekitar 1.850,10 hektar.
  • Kedalaman Rawa Pening berkisar 0,35 meter hingga 10 meter.
  • Volume air Rawa Pening sekitar 48,15 juta meter kubik.
  • Pada 2013, eceng gondok tercatat menutup sekitar 45 persen permukaan danau.
  • Sedimentasi menjadi salah satu persoalan ekologis utama Rawa Pening.
  • Pemerintah lakukan pengendalian eceng gondok, pembangunan bangunan pengendali sedimen di anak sungai.
  • Pemerintah tetapkan batas badan dan sempadan danau serta revitalisasi kawasan.
  • Masalah Rawa Pening terkait erat dengan kondisi daerah tangkapan air, sungai, dan badan danau.
Tagar Terkait
#pertanian#rawa pening#kabupaten semarang#lahan pasang surut#eceng gondok#sedimentasi#sungai tuntang
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya