Rupiah menguat tipis seiring kenaikan cadangan devisa
Rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat tipis 2 poin menjadi Rp17.640 per dolar AS pada Senin, didorong kenaikan cadangan devisa Indonesia akhir Agustus 2026 menjadi 146,5 miliar dolar AS. Penguatan rupiah masih terbatas akibat tekanan eksternal berupa eskalasi geopolitik Timur Tengah, kenaikan harga minyak Brent di atas 95 dolar AS per barel, serta potensi arus modal keluar. Pasar juga menantikan data inflasi AS (CPI dan PPI) serta data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan, yang dapat memengaruhi ekspektasi arah suku bunga The Fed.
Poin-Poin Utama
- Rupiah menguat 2 poin atau 0,01% menjadi Rp17.640 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin.
- Posisi penutupan sebelumnya tercatat di level Rp17.642 per dolar AS.
- Cadangan devisa Indonesia akhir Agustus 2026 sebesar 146,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.584,26 triliun.
- Cadangan devisa meningkat 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp21,17 triliun dibandingkan akhir Juli 2026.
- Posisi cadangan devisa akhir Juli 2026 sebesar 145,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.563,09 triliun.
- Kenaikan cadangan devisa dipengaruhi penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.
- Harga minyak Brent berada di atas 95 dolar AS per barel atau sekitar Rp1,68 juta per barel pada perdagangan Senin.
- Kenaikan harga minyak terkait meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
- Analis Doo Financial Futures bernama Lukman Leong menyatakan penguatan rupiah dipengaruhi kenaikan cadangan devisa Agustus 2026.
- Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai tekanan terhadap rupiah masih tinggi akibat kenaikan harga minyak di atas 95 dolar AS.
- Rully menilai rupiah menghadapi risiko arus modal keluar akibat volatilitas pasar dan eskalasi geopolitik.
- Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut data tenaga kerja AS lebih kuat dari perkiraan.
- Data ketenagakerjaan AS kuat membuat pasar mencermati prospek kebijakan suku bunga The Fed.
- Pelaku pasar mencermati data CPI dan PPI AS untuk memengaruhi ekspektasi arah suku bunga The Fed.
- Lukman memproyeksikan volatilitas eksternal mendominasi dan menahan penguatan lanjutan rupiah dalam jangka pendek.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.