Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Lingkungan Negatif

Warga Terancam Paparan Abu Vulkanik, Pemerintah Diharap Bertindak Cepat

Senin, 7 September 2026, 18:20 WIB Sumber: Kompas Dibaca 1 kali
Ukuran:

anak dan lansia. Polri melalui Polres Metro Bekasi Kota dan Satuan Brimob Polda Metro Jaya membagikan masker serta menyemprotkan air di ruas jalan utama sebagai langkah antisipasi. Warga berharap pemerintah bertindak cepat dalam menyediakan masker, terlebih karena harganya melonjak akibat tingginya permintaan.

Poin-Poin Utama

  • Erupsi Gunung Anak Krakatau ancam warga Jakarta dan sekitarnya dengan paparan abu vulkanik.
  • Warga Bekasi Barat bernama Ullifna Tamama (39) alami paparan abu sejak Minggu (6/9/2026) pagi.
  • Tama rasakan mata perih, kaki risi, tenggorokan gatal, dan batuk akibat paparan abu.
  • Tama hanya dapatkan lima masker ukuran anak kecil di sebuah apotek.
  • Harga masker melonjak akibat tingginya permintaan.
  • Polres Metro Bekasi Kota bagikan masker di empat titik pada Minggu (6/9/2026).
  • Empat titik pembagian: Jalan Jenderal Ahmad Yani, Stasiun Bekasi, Terminal Bekasi, dan ruas jalan ramai lainnya.
  • Prioritas penerima masker: pengendara, pengemudi ojek daring, pengemudi angkutan umum, pedagang, petugas parkir, pejalan kaki.
  • Satuan Brimob Polda Metro Jaya semprotkan air di ruas jalan utama Jakarta untuk kurangi dampak abu.
  • Ratusan personel Brimob dikerahkan ke Jakarta, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Bekasi.
  • Abu vulkanik picu iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan.
  • Kelompok rentan: anak-anak, lansia, ibu hamil, warga dengan gangguan pernapasan.
  • Warga Tanjung Priok Aryo (37) sebut udara bersih mahal harganya bagi warga Jakarta.
  • Tama berharap pemerintah berikan bantuan masker terutama bagi kaum rentan.
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau ganggu lalu lintas penerbangan.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#abu vulkanik#erupsi#dki jakarta#masker#polri#kualitas udara#krisis lingkungan
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya