Erupsi Anak Krakatau Melandai, Warga Diminta Tetap Waspada
Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Anak Krakatau, M Nugraha Kartadinata, menyampaikan erupsi besar terakhir tercatat pada 6 September 2026, namun tremor masih menunjukkan emisi abu secara terus-menerus dan aktivitas vulkanik masih berlangsung meski tidak seintens sebelumnya. Nugraha mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada, memakai masker akibat abu vulkanik halus, serta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
Poin-Poin Utama
- Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Anak Krakatau M Nugraha Kartadinata umumkan erupsi besar terakhir pada 6 September 2026.
- Erupsi terakhir tercatat pukul 20.23 WIB pada Minggu (6/9) dengan skala lebih kecil dari erupsi sebelumnya.
- Tremor masih tercatat dan tunjukin emisi abu terus-menerus lewat pantauan CCTV.
- Pemantauan 12.00-14.42 WIB catat tujuh kali gempa vulkanik dangkal.
- Pemantauan 12.00-14.42 WIB catat sembilan kali gempa vulkanik dalam.
- Pemantauan 12.00-14.42 WIB catat tujuh kali gempa hybrid.
- Aktivitas sekarang disebut melandai dibanding dua hari sebelumnya.
- Suplai magma dari dapur magma di bawah tubuh gunung masih terjadi.
- Erupsi terkini bersifat menerus tanpa lava fountain seperti erupsi awal.
- Warga diminta tetap tenang dan waspada.
- Warga diminta pantau info lewat kanal resmi.
- Warga diminta pakai masker karena abu vulkanik halus dan tajam.
- Larangan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari area Gunung Anak Krakatau.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.