Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Kesehatan Netral

Mengenal Bahaya Vog dan Gas Vulkanik bagi Kesehatan

Senin, 7 September 2026, 22:57 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

Vog atau kabut vulkanik terbentuk dari reaksi gas sulfur dioksida dengan oksigen, kelembapan, dan sinar matahari, lalu menghasilkan partikel halus serta tetesan asam yang dapat tersebar jauh sesuai arah dan kecepatan angin. Gas vulkanik seperti CO₂, SO₂, H₂S, dan hidrogen halida dapat mengganggu kesehatan manusia, hewan, tanaman, serta mencemari air dan lahan, dengan tingkat bahaya bergantung pada jenis, konsentrasi, dan durasi paparan. Masyarakat sekitar gunung berapi diimbau memantau arah angin dan memakai pelindung pernapasan saat vog terjadi.

Poin-Poin Utama

  • Vog forms from chemical reaction between sulfur dioxide (SO₂) and oxygen, moisture, and sunlight in atmosphere.
  • Reaction produces aerosols containing fine particles and acid droplets such as sulfates and sulfuric acid.
  • Vog spread depends on wind direction and speed, allowing impact far from eruption center.
  • Data source: United States Geological Survey (USGS).
  • Carbon dioxide (CO₂): colorless, odorless, heavier than air.
  • CO₂ accumulates in low-lying areas during stable atmospheric conditions, causing dizziness, increased heart rate, and death from oxygen deficiency.
  • Sulfur dioxide (SO₂) is main trigger for vog formation.
  • SO₂ causes severe irritation to eyes, skin, and human respiratory tract.
  • Hydrogen sulfide (H₂S) smells like rotten eggs at low concentrations.
  • High H₂S concentrations paralyze human sense of smell, making gas undetectable and lethal.
  • Hydrogen halides (HF, HCl, HBr) dissolve easily in water and trigger acid rain.
  • Hydrogen halides on volcanic ash risk contaminating water sources and agricultural land.
  • Health impact magnitude depends on gas type, concentration level, and exposure duration.
  • Public advised to monitor wind direction during vog events.
  • Public advised to use adequate respiratory protection during vog events.
Tagar Terkait
#kesehatan#gunung berapi#sulfur dioksida#vog#kabut vulkanik#gas vulkanik
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya