Apakah Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Mencemari Ekosistem Laut? Pakar IPB Beri Penjelasan
Pakar Oseanografi IPB University Prof Agus Atmadippoera menjelaskan bahwa abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang masuk ke laut tidak otomatis mencemari ekosistem perairan karena dampaknya bergantung pada konsentrasi material, sebaran, serta kondisi arus dan gelombang. Namun, jika material vulkanik masuk dalam jumlah besar, kekeruhan air dapat meningkat sehingga penetrasi cahaya matahari berkurang dan proses fotosintesis organisme laut terganggu.
Poin-Poin Utama
- Pakar Oseanografi IPB University Prof Agus Atmadippoera beri penjelasan soal dampak abu vulkanik Anak Krakatau ke laut.
- Abu vulkanik jatuh ke laut tidak otomatis jadi bahan pencemar atau racun bagi ekosistem.
- Dampak abu vulkanik ke laut bergantung pada jumlah material, konsentrasi, serta kondisi arus dan gelombang.
- Dampak ekologis muncul bila material vulkanik masuk ke perairan dalam jumlah besar.
- Material vulkanik dalam jumlah besar bisa meningkatkan kekeruhan air laut.
- Kekeruhan air mengurangi penetrasi cahaya matahari ke kolom air.
- Berkurangnya cahaya matahari mengganggu proses fotosintesis organisme laut.
- Penjelasan disampaikan lewat siaran pers pada Kamis (10/9/2026).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.