Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Bandara SAMS Sepinggan, Penumpang Turun 30 Persen
Erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik menyebabkan delapan penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dibatalkan serta penurunan volume penumpang hingga 30 persen, dari rata-rata 10.000 menjadi sekitar 7.000 orang per hari. Penutupan sementara beberapa bandara di Jawa, termasuk Cengkareng, Halim, dan Raden Inten II, berdasarkan NOTAM menjadi penyebab utama gangguan ini. Calon penumpang diimbau menggunakan rute alternatif melalui Semarang, Yogyakarta International Airport, atau Surabaya untuk mencapai Pulau Jawa.
Poin-Poin Utama
- Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda ganggu penerbangan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur.
- Delapan penerbangan dari dan menuju Balikpapan dibatalkan pada Senin (7/9) akibat sebaran abu vulkanik.
- Penutupan sementara sejumlah aerodrome di Jawa dipicu terbitnya Notice to Airmen (NOTAM).
- Rute terdampak: Cengkareng (Soekarno-Hatta), Halim Perdanakusuma, dan Raden Inten II.
- Bandara Cengkareng tutup hingga pukul 19.00 Wita karena hujan abu masih terjadi.
- Pergerakan penumpang di Bandara SAMS Sepinggan turun 30 persen dari kondisi normal.
- Volume penumpang normal harian berkisar 11.000-12.000 orang.
- Volume penumpang turun menjadi sekitar 7.000 orang akibat erupsi.
- Rata-rata harian pergerakan penumpang disebut 10.000 orang sebagai basis perhitungan penurunan.
- Rute Cengkareng punya 10 jadwal kedatangan dan 9 keberangkatan.
- Hingga pukul 10.00 Wita, 3 penerbangan kedatangan dan 5 keberangkatan rute Cengkareng batal.
- Hari sebelumnya tercatat 15 keberangkatan dan 14 kedatangan terdampak pembatalan.
- Sekitar 2.000 penumpang terdampak pada hari sebelumnya.
- Kerugian materiil masih dalam tahap penghitungan internal pihak bandara.
- Rute alternatif ke Jawa tersedia melalui Semarang, Yogyakarta International Airport (YIA), atau Surabaya.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.