Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Humaniora Netral

Studi Jepang Teliti Kualitas Udara Saat Gunakan Produk Tembakau yang Dipanaskan

Selasa, 8 September 2026, 01:31 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 1 kali
Ukuran:

Studi Jepang oleh Katsunari Fujisawa dkk. mengevaluasi 56 parameter kualitas udara dalam ruangan saat penggunaan produk tembakau yang dipanaskan (HTP) pada suhu maksimum 320 derajat Celcius di ruang uji berkondisi menyerupai restoran dan hunian. Hasilnya menunjukkan hanya sebagian kecil parameter yang meningkat (enam pada kondisi restoran, sembilan pada kondisi hunian), dan seluruh konsentrasi parameter yang naik tersebut masih berada di bawah ambang batas paparan yang ditetapkan lembaga kesehatan dan keselamatan di Jepang maupun Amerika Serikat. Peneliti BRIN, Prof. Anugerah Widianto, menilai temuan ini menambah bukti ilmiah mengenai profil risiko HTP dan menekankan pentingnya regulasi berbasis risiko serta dialog multipihak untuk pengelolaan industri hasil tembakau.

Poin-Poin Utama

  • Penelitian Jepang mengevaluasi kualitas udara ruangan saat penggunaan produk tembakau yang dipanaskan (HTP) pada suhu maksimum 320 derajat Celcius.
  • Riset mengevaluasi 56 parameter kualitas udara dalam ruang uji berkondisi menyerupai restoran dan hunian.
  • Parameter yang diukur mencakup karbon monoksida, karbon dioksida, senyawa organik volatil, partikulat, logam, amonia, propilen glikol, gliserol, dan senyawa lainnya.
  • Pada kondisi menyerupai restoran, enam dari 56 parameter meningkat.
  • Pada kondisi menyerupai hunian, sembilan dari 56 parameter meningkat.
  • Seluruh konsentrasi parameter yang meningkat tetap berada di bawah ambang batas paparan yang ditetapkan lembaga terkait.
  • Batas paparan yang menjadi acuan ditetapkan oleh lembaga kesehatan dan keselamatan kerja di Jepang dan Amerika Serikat.
  • Penelitian dipublikasikan di jurnal Aerosol and Air Quality Research pada 9 April 2026.
  • Judul penelitian: Effect of the Use of a Heated Tobacco Product on Indoor Air Quality in Environmentally-Controlled Chamber.
  • Peneliti utama riset adalah Katsunari Fujisawa bersama tim.
  • Artikel mengutip penelitian pada Senin (7/9).
  • Tujuan riset adalah menggambarkan perubahan kualitas udara dalam ruangan saat HTP digunakan.
  • Peneliti BRIN Prof. Anugerah Widianto menyoroti perlunya pendekatan berbasis risiko dan regulasi berbasis kajian ilmiah untuk industri hasil tembakau.
  • Anugerah menekankan pentingnya dialog antara pemerintah, industri, akademisi, peneliti, dan masyarakat.
  • Anugerah mendorong perluasan basis bukti ilmiah melalui penelitian berkelanjutan mengenai produk tembakau alternatif termasuk HTP.
Tagar Terkait
#kualitas udara#brin#htp#produk tembakau alternatif#tembakau alternatif#produk tembakau dipanaskan#riset tembakau
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya