Partikel Halus Abu Vulkanik Bikin Susah Bernapas, Penderita Asma Wajib Waspada
Abu vulkanik dari erupsi gunung berapi mengancam kesehatan, terutama penderita asma, PPOK, dan TB karena partikel halusnya dapat menembus hingga alveolus dan mengganggu distribusi oksigen. Semakin kecil ukuran partikel (di bawah 1 mikron/debu respirabel), semakin dalam daya rusaknya ke paru-paru. Faisal Yunus dari FKUI mengingatkan penderita penyakit paru kronis untuk mewaspadai risiko serangan sesak napas akut atau eksaserbasi akibat paparan debu vulkanik.
Poin-Poin Utama
- Paparan abu vulkanik menimbulkan ancaman kesehatan serius bagi penderita penyakit saluran pernapasan kronis.
- Prof. Dr. Faisal Yunus dari FKUI menyatakan riwayat penyakit paru melipatgandakan risiko gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.
- Ukuran partikel 5–10 mikron hanya mencapai saluran pernapasan bagian atas.
- Ukuran partikel 3–5 mikron menembus saluran pernapasan bagian tengah.
- Ukuran partikel 1–3 mikron mencapai saluran napas bawah dan berisiko fatal.
- Partikel di bawah 1 mikron dikategorikan sebagai debu respirabel yang menembus alveolus.
- Partikel 1–3 mikron memicu dampak fatal bagi penderita asma, PPOK, dan Tuberkulosis.
- Debu respirabel masuk alveolus mengganggu distribusi oksigen ke seluruh tubuh.
- Oksigen vital untuk respirasi seluler, produksi energi, fungsi otak, jantung, sirkulasi darah, dan sistem imun.
- Penderita asma dan PPOK berisiko mengalami serangan sesak napas akut atau eksaserbasi saat terpapar abu vulkanik.
- Pernyataan resmi Prof. Faisal disampaikannya pada Senin, 7 September 2026, dari Jakarta.
- Prof. Faisal menyebut debu vulkanik mengganggu aktivitas pernapasan orang normal sekalipun.
- Sumber berita berasal dari kantor berita Antara.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.