Pantauan Kapal Perang TNI Ungkap Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau
KRI Lepu 861 dikerahkan TNI AL memantau Gunung Anak Krakatau yang berstatus Siaga Level III dari dekat perairan Selat Sunda, karena kamera pemantau di puncak rusak akibat letusan akhir pekan lalu. Hasil pantauan menunjukkan gunung masih tertutup kabut tebal dengan sebaran abu pada jarak 6 Nm, jarak pandang sekitar 3 Nm, serta erupsi masih terpantau. Pada Selasa (8/9), gunung tercatat mengalami tiga kali erupsi sejak dini hari hingga pagi WIB, dan PVMBG menyatakan potensi letusan susulan masih tinggi meski erupsi sempat berhenti.
Poin-Poin Utama
- Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga (Level III) sejak akhir pekan lalu.
- Kamera pemantau terdekat ke puncak gunung rusak akibat letusan akhir pekan lalu.
- KRI Lepu 861 dikerahkan memantau situasi Gunung Anak Krakatau dari Selat Sunda.
- KRI diarahkan memantau sebelum masuk Pelabuhan Panjang Lampung pada Senin (7/9).
- Secara visual dari KRI, kondisi gunung masih tertutup kabut tebal.
- Pada jarak 6 Nm dari gunung, kondisi udara masih terpantau adanya sebaran abu.
- Jarak pandang di sekitaran Gunung Anak Krakatau kurang lebih 3 Nm.
- Tinggi gelombang mencapai 0,5 m - 1 m.
- Erupsi masih terlihat dari hasil pengamatan KRI.
- KRI melanjutkan pelayaran ke Pelabuhan Panjang Lampung sekitar pukul 17.27 WIB.
- Gunung Anak Krakatau erupsi tiga kali pada Selasa (8/9) hingga pukul 07.49 WIB.
- Erupsi pertama terjadi pukul 05.08 WIB dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 15 detik.
- Erupsi kedua terjadi pukul 05.34 WIB dengan amplitudo maksimum 44 mm dan durasi 10 detik.
- Erupsi ketiga terjadi pukul 07.49 WIB dengan amplitudo maksimum 48 mm dan durasi 19 detik.
- Erupsi menerus sempat berhenti pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB, namun potensi letusan susulan masih tinggi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.