Pemkab Sinjai Luncurkan Gerakan Tracing TBC Terintegrasi CKG Sasar 6.400 Warga
Pemerintah Kabupaten Sinjai meluncurkan Gerakan Tracing Tuberkulosis Terintegrasi dengan metode CKG (Cegah, Kenali, Obati) untuk mendeteksi kasus TBC secara dini, dengan target menjangkau 6.400 warga berisiko di berbagai kecamatan. Program ini mengandalkan kolaborasi lintas sektor, kader kesehatan desa, serta penyediaan alat diagnosis dan obat gratis di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Pemkab Sinjai berharap gerakan ini dapat meningkatkan case detection rate, memutus rantai penularan, dan menjadi model penanganan penyakit menular di Sulawesi Selatan.
Poin-Poin Utama
- Pemkab Sinjai luncurkan Gerakan Tracing TBC Terintegrasi dengan metode CKG.
- Program sasar 6.400 warga di berbagai kecamatan Kabupaten Sinjai.
- CKG kependekan dari Cegah, Kenali, Obati.
- Fokus cegah: sosialisasi PHBS dan penggunaan masker bagi kelompok rentan.
- Fokus kenali: deteksi dini lewat skrining gejala dan pemeriksaan dahak masif.
- Fokus obati: pemberian OAT rutin dan pengawasan ketat hingga sembuh.
- Pelaksana lapangan: petugas kesehatan dari berbagai Puskesmas Sinjai.
- Pendampingan medis diberikan ke warga dengan gejala atau riwayat kontak erat.
- Kader kesehatan desa bertugas identifikasi warga di tingkat lingkungan terkecil.
- Target peningkatan case detection rate agar rantai penularan putus lebih cepat.
- Stok obat TBC disediakan gratis di seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama.
- Pemerintah sinjai pastikan ketersediaan alat diagnosis untuk mendukung gerakan.
- Program dorong kolaborasi lintas sektor dari tingkat desa hingga kabupaten.
- Masyarakat diimbau tidak takut atau malu ikut skrining.
- Keberhasilan program dijadwalkan jadi tolok ukur penanganan penyakit menular di Sulawesi Selatan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.