Wagub Lampung Ungkap 2.416 Kasus ISPA Imbas Paparan Abu Anak Krakatau
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela melaporkan 2.416 kasus ISPA tercatat hingga 8 September 2026 akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, beserta gangguan kesehatan lain seperti pneumonia, influenza, asma, PPOK, dan penyakit kulit. Pemerintah memastikan fasilitas kesehatan primer di wilayah pesisir masih mampu menangani pasien dengan logistik yang cukup. Pemda siap menambah stok obat dan masker jika persediaan menipis, serta mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan dan memakai masker selama abu vulkanik masih berpotensi terdampak.
Poin-Poin Utama
- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela melaporkan 2.416 kasus ISPA ditangani di faskes tingkat pertama hingga Selasa (8/9/2026).
- Data kasus dihimpun Dinas Kesehatan Lampung secara real time dan diperbarui tiap hari.
- Kasus ISPA melonjak akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Selain ISPA, tercatat 23 kasus pneumonia.
- Selain ISPA, tercatat 68 kasus influenza.
- Selain ISPA, tercatat 67 kasus asma.
- Selain ISPA, tercatat 79 kasus PPOK.
- Selain ISPA, tercatat 23 kasus heat stroke.
- Selain ISPA, tercatat 66 kasus penyakit kulit berupa gatal dan keluhan lainnya.
- Pengumuman disampaikan saat konferensi pers di BPBD Lampung.
- Pemerintah memberi perhatian khusus pada wilayah pesisir terdekat dengan Gunung Anak Krakatau.
- Faskes primer di wilayah pesisir masih mampu menangani pasien dengan logistik cukup.
- Pemerintah daerah siap menambah stok obat, masker, dan kebutuhan kesehatan jika persediaan menipis.
- Warga diminta meningkatkan kewaspadaan selama abu vulkanik masih berdampak.
- Warga diimbau mengurangi aktivitas luar ruang tidak mendesak dan memakai masker di luar ruangan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.