Kembali Dibuka, 8 Bandara Dipastikan Aman dari Abu Anak Krakatau
barat daya pada ketinggian hingga 7.000 kaki dengan kecepatan 5–10 knot, sementara cuaca di sekitar Selat Sunda cenderung cerah hingga cerah berawan. Pemantauan melalui 20 tsunami gauge dan HF Radar Array tidak menemukan anomali gelombang, sehingga probabilitas tsunami dikategorikan rendah di bawah 50 persen.
Poin-Poin Utama
- BMKG mengonfirmasi delapan bandara kembali beroperasi setelah paper test negatif paparan abu vulkanik Anak Krakatau pada Selasa (8/9/2026).
- Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang dibuka kembali pukul 00.30 WIB.
- Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta dibuka kembali pukul 00.40 WIB.
- Bandara Husein Sastranegara di Bandung dibuka kembali pukul 00.42 WIB.
- Bandara Budiarto Curug di Tangerang dibuka kembali pukul 01.25 WIB.
- Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan dibuka kembali pukul 01.28 WIB.
- Bandara Muhammad Taufik Kiemas di Sumatra Selatan dibuka kembali pukul 09.31 WIB.
- Bandara Radin Inten II di Lampung dibuka kembali pukul 09.45 WIB.
- Bandara Salakanagara Tanjung Lesung di Banten dibuka kembali pukul 09.50 WIB.
- AirNav Indonesia menerbitkan NOTAM menyatakan delapan bandara telah kembali beroperasi.
- Abu vulkanik Anak Krakatau berada pada ketinggian hingga 7.000 kaki atau sekitar 2,13 kilometer.
- Pergerakan abu vulkanik pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB memiliki kecepatan 5–10 knot atau sekitar 9,3–18,5 kilometer per jam.
- BMKG memantau pergerakan abu vulkanik melalui 20 tsunami gauge dan HF Radar Array di Carita serta Tanjung Lesung.
- BMKG menyatakan probabilitas tsunami di bawah 50 persen atau dalam kategori rendah.
- BMKG memprakirakan tinggi gelombang di Selat Sunda berkisar 0,5–3 meter pada 8–13 September 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.