Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Kesehatan Netral

Waspada Debu dan Abu Vulkanik di Musim Kemarau, Begini Cara Lindungi Diri!

Selasa, 8 September 2026, 16:18 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

PAPDI memperingatkan masyarakat mewaspadai paparan abu vulkanik dan debu saat musim kemarau karena partikel berbahaya bertahan lebih lama di udara tanpa dicuci hujan. Langkah perlindungan meliputi menutup pintu dan jendela rapat, menyumbat ventilasi dengan kain lembab, menggunakan AC mode sirkulasi internal, membatasi aktivitas luar ruangan, serta memakai masker N95 dan pelindung diri lengkap jika terpaksa keluar. Kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan penderita penyakit paru perlu mendapat perhatian khusus, dan warga di sekitar gunung api erupsi diminta tetap waspada terhadap sebaran abu.

Poin-Poin Utama

  • Sukamto Koesnoe, Wakil Ketua I PP PAPDI, peringatkan bahaya abu vulkanik dan debu di musim kemarau.
  • Musim kemarau bikin partikel bertahan lama di udara karena tak tercuci hujan.
  • Paparan debu dan abu bisa picu risiko kesehatan serius.
  • Sukamto sampaikan imbauan di Jakarta, Selasa (8/9).
  • Tutup rapat pintu dan jendela, sumbat ventilasi dengan kain lembab.
  • Pengguna AC disarankan aktifkan mode sirkulasi udara internal.
  • Batasi aktivitas luar ruangan termasuk olahraga saat sebaran abu berlangsung.
  • Olahraga tingkatkan napas, risiko partikel masuk paru membesar.
  • Wajib pakai masker N95/KN95/FFP2, kacamata pelindung, baju lengan panjang, topi saat keluar.
  • Segera mandi dan keramas sepulang dari luar.
  • Cuci terpisah pakaian yang terpapar debu luar.
  • Pastikan wadah air minum tertutup, cuci bersih sayur dan buah.
  • Jangan kucek mata jika kemasukan debu, bilas dengan air bersih atau salin.
  • Perbanyak minum air putih jaga kelembapan saluran napas.
  • Segera ke faskes jika sesak napas memberat, nyeri dada, demam dengan batuk berdahak, atau gangguan penglihatan.
Tagar Terkait
#abu vulkanik#kesehatan#erupsi gunung api#musim kemarau#papdi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya