Kegagalan Uji Klinis Obat Kolesterol Pelacarsen Guncang Industri Farmasi
Uji klinis tahap akhir obat pelacarsen dari Novartis gagal meningkatkan hasil kardiovaskular secara signifikan meskipun berhasil menurunkan kadar Lp(a), sehingga saham Novartis turun 3% dan menyeret saham Amgen (turun 5%), Ionis (turun 10%), serta NewAmsterdam Pharma (turun 12%). Kegagalan ini menjadi kemunduran besar pertama dalam pengembangan obat penurun Lp(a) dan melemahkan, meski belum sepenuhnya menggugurkan, hipotesis bahwa penurunan Lp(a) dapat mengurangi serangan jantung dan stroke, sehingga meningkatkan tekanan pada uji klinis pesaing seperti Amgen dan Eli Lilly untuk membuktikan penurunan Lp(a) yang lebih dalam dapat memberikan manfaat kardiovaskular. Tantangan ini diperparah oleh standar perawatan yang terus membaik dan sifat genetik Lp(a) yang tidak banyak dipengaruhi gaya hidup.
Poin-Poin Utama
- Novartis menyatakan obat pelacarsen gagal meningkatkan hasil kardiovaskular secara signifikan dalam uji klinis tahap akhir.
- Saham Novartis turun 3% pada perdagangan Senin, 7 September.
- Pelacarsen dikembangkan bersama Ionis Pharmaceuticals dan berhasil menurunkan kadar lipoprotein(a) berbahaya.
- Kegagalan ini merupakan kemunduran klinis besar pertama dalam perlombaan pengembangan terapi penurun Lp(a).
- Kadar Lp(a) tinggi diketahui meningkatkan risiko kardiovaskular dan diperkirakan memengaruhi satu dari lima orang di seluruh dunia.
- Belum ada pengobatan bertarget yang disetujui untuk menurunkan Lp(a).
- Amgen dan Eli Lilly sedang menguji teknologi berbeda yang menghasilkan penurunan Lp(a) lebih dalam.
- Analis Citi menyebut hipotesis Lp(a) melemah, tetapi tidak terbantahkan.
- Kegagalan pelacarsen meningkatkan risiko dalam pasar terapi Lp(a) yang diprediksi bernilai miliaran dolar.
- Saham Amgen turun sekitar 5% setelah perdagangan reguler pada Jumat.
- Saham Ionis Pharmaceuticals turun 10%.
- Saham NewAmsterdam Pharma turun 12%.
- Lebih dari 8.000 pasien dalam uji coba pelacarsen telah menerima perawatan optimal.
- Lp(a) ditemukan pada tahun 1963 dan berkontribusi pada penumpukan plak arteri serta pembekuan darah.
- Kadar Lp(a) ditentukan hampir sepenuhnya oleh genetika dan sebagian besar tidak dipengaruhi diet atau olahraga.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.