Nelangsa Warga Makassar, dari Krisis Air, Antre BBM, Kelangkaan Elpiji, hingga Pemadaman Listrik
Warga Makassar dan Sulawesi Selatan menghadapi krisis sejak beberapa bulan terakhir, berupa antrean panjang BBM (termasuk Pertalite dan Pertamax), kesulitan air bersih, pemadaman listrik bergilir lebih dari empat jam, dan kelangkaan elpiji 3 kilogram yang memperburuk kondisi. Keluhan serupa juga muncul di hampir seluruh kabupaten Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, bahkan menyebabkan warga ketinggalan kuliah dan harus mencari elpiji hingga dua hari. Pertamina mengklaim stok BBM subsidi masih aman dan menyebut peningkatan konsumsi Biosolar sebesar 14,6 persen pada Agustus 2026 dibanding Mei 2026 sebagai salah satu faktor kepadatan antrean.
Poin-Poin Utama
- Warga Makassar dan Sulawesi Selatan hadapi empat krisis bersamaan: antrean BBM, kelangkaan elpiji 3 kg, kesulitan air bersih, dan pemadaman listrik bergilir.
- Hendra catat keluhan di status WA pada Selasa (8/9/2026) soal gabungan masalah air, BBM, listrik, dan elpiji.
- Riry, warga Gowa, butuh dua hari untuk dapatkan elpiji 3 kg pada Selasa (8/8/2026).
- Antrean BBM meluas dari solar ke Pertalite dan Pertamax, bahkan meluber keluar kawasan SPBU di Jalan AP Pettarani Makassar.
- Mahasiswa UNM, Muhammad Yusuf, ketinggalan satu mata kuliah akibat antre BBM tanpa hasil.
- Krisis BBM meluas ke hampir semua kabupaten Sulawesi Selatan dan merembok ke Sulawesi Barat, termasuk antrean Pertamax.
- Pemadaman listrik bergilir di Makassar dimulai awal Agustus 2026, dengan durasi lebih dari empat jam per sesi.
- Konsumsi Biosolar harian di Sulawesi Selatan naik 14,6 persen pada Agustus 2026 dibanding Mei 2026.
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi klaim stok BBM subsidi aman dan antrean mulai melandai per rilis Senin (7/9/2026).
- Lonjakan kebutuhan BBM disebut Pertamina sebagai salah satu faktor kepadatan antrean.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.