Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Nusantara Positif

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Samudra Hindia, Jakarta Kondusif

Selasa, 8 September 2026, 17:45 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bergerak ke barat menuju Samudra Hindia sehingga wilayah Lampung, Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta kini lebih kondusif, dengan 8 bandara yang sempat ditutup telah kembali dibuka. BNPB melakukan Operasi Modifikasi Cuaca melalui cloud seeding, water mist, dan penyemaian garam untuk menekan penyebaran abu. Meskipun udara membaik, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga (Level 3) bersama empat gunung api lainnya, sehingga aktivitas dalam radius 3 km dari kawah dilarang.

Poin-Poin Utama

  • Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai menjauhi wilayah daratan.
  • Abu vulkanik bergerak ke arah barat menuju Samudra Hindia dengan kecepatan angin 15 knot.
  • Kondisi di Lampung, Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta dinyatakan lebih kondusif dari paparan abu vulkanik.
  • Delapan bandara yang sempat ditutup telah kembali dibuka.
  • Pernyataan disampaikan Plt. Kepala Pusat Data BNPB Berton SP Panjaitan pada 8 September.
  • BNPB melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan penyebaran abu.
  • Cloud Seeding menggunakan 650 liter air dan 350 kg CaCl2 dari pesawat di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.
  • Metode Water Mist menyemprotkan 2.000 liter air bercampur surfactant dari Pondok Cabe.
  • BNPB juga melakukan penyemaian natrium klorida (NaCl) dari Pondok Cabe.
  • Lima gunung api di Indonesia berada pada Level 3 atau status Siaga.
  • Gunung api tersebut: Sinabung (Karo, Sumatera Utara), Anak Krakatau (Selat Sunda, Lampung), Merapi (Sleman, DIY), Semeru (Lumajang, Jawa Timur), dan satu gunung aktif lainnya.
  • Gunung Anak Krakatau tetap berstatus Level 3 Siaga.
  • Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#abu vulkanik#bnpb#operasi modifikasi cuaca#semeru#sinabung#merapi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya