Kepercayaan Publik dan Literasi Jadi Tantangan Pengelolaan Zakat
Pimpinan Baznas RI Rizaludin Kurniawan menilai penguatan literasi filantropi Islam, terutama di kalangan Generasi Z, masih menjadi tantangan karena riset Indeks Literasi Zakat Baznas 2020–2024 menunjukkan kesenjangan antara pengetahuan masyarakat tentang zakat dengan perilaku menunaikannya, termasuk perbedaan zakat, infak, sedekah, serta cara membayar zakat fitrah dan menghitung zakat mal. Sementara itu, Forum Zakat menegaskan bahwa integritas, transparansi, akuntabilitas, dan netralitas harus menjadi pijakan utama organisasi pengelola zakat (OPZ) di tengah meningkatnya sorotan publik, karena kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang dijaga melalui tata kelola profesional, penyaluran kepada asnaf sesuai ketentuan syariah, serta keterikatan regulasi pengelolaan zakat di Indonesia.
Poin-Poin Utama
- Baznas conducted Zakat Literacy Index research in 2020, 2022, and 2024 showing knowledge-behavior gaps among public.
- Baznas official Rizaludin Kurniawan heads Mobilization and Collection division.
- Social experiments show many Gen Z youth cannot differentiate zakat, infaq, and sadaqah.
- Many young people lack practical knowledge of paying zakat fitrah and calculating zakat mal.
- Forum Zakat demands integrity, transparency, accountability, and neutrality from zakat management organizations (OPZ).
- ZIS funds historically support education, healthcare, economic empowerment, humanitarian efforts, and disaster response.
- ZIS distribution must follow eight asnaf categories per sharia provisions.
- Fund management must adhere to three principles: aman syar'i, aman regulasi, and aman NKRI.
- Public trust depends on governance, transparency, accountability, and sharia compliance, not program volume or fund size.
- Zakat organizations must maintain neutrality and avoid practical politics or figure glorification.
- Maintaining distance from politics preserves zakat's mandate to benefit eligible recipients.
- OPZ stakeholders include managers, muzaki, mustahik, government, ulama, businesses, and communities.
- Fund distribution must target groups legally eligible to receive zakat.
- Public scrutiny of ZIS fund management has increased recently.
- Value-driven literacy approach recommended over rule-only education for zakat understanding.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.