Pakar IPB Ungkap Bahaya Abu Vulkanik pada Tanaman dan Lahan Pertanian
Pakar Ilmu Tanah IPB University, Prof. Iskandar, menjelaskan bahwa abu vulkanik dari erupsi gunung berapi dapat merusak tanaman dan lahan pertanian tergantung durasi paparan, ketebalan lapisan, serta jarak dari pusat letusan. Abu yang menempel pada daun menutupi stomata sehingga mengganggu fotosintesis, berpotensi menyebabkan gagal panen, sementara abu bersuhu tinggi di area dekat pusat letusan dapat melayukan dan mematikan tanaman. Untuk penanganannya, lahan sebaiknya diolah setelah hujan abu berakhir dengan mencampurkan abu ke tanah, namun jika tidak berlangsung lama, abu vulkanik justru dapat menyuburkan tanah lewat unsur hara seperti kalsium, magnesium, dan kalium.
Poin-Poin Utama
- PakAR Ilmu Tanah IPB University Prof. Iskandar ungkapkan bahaya abu vulkanik terhadap pertanian.
- Tingkat kerusakan tanaman dan lahan bergantung pada durasi paparan, ketebalan lapisan, dan jarak dari pusat letusan.
- Gangguan berhari-hari hingga berminggu-minggu berdampak buruk bagi pertanian.
- Abu menutupi daun dan batang menghambat fotosintesis karena stomata tertutup.
- Paparan lama dapat menyebabkan gagal pembungaan dan gagal panen.
- Wilayah dekat pusat letusan memiliki abu bersuhu cukup tinggi yang merusak fisik tanaman.
- Tanaman di sekitar pusat letusan bisa layu dan mati akibat kerusakan fisik.
- Lama abu bertahan di permukaan lahan bergantung pada curah hujan.
- Abu lapisan tipis relatif mudah terbawa aliran air hujan.
- Semakin jauh dari pusat letusan, butiran abu semakin halus dan ringan.
- Material di sekitar pusat letusan berupa pasir, kerikil, hingga bongkahan batu.
- Lahan terdampak disarankan diolah setelah hujan abu berakhir dan aktivitas normal kembali.
- Lapisan abu tebal membuat pengolahan tanah lebih berat.
- Abu vulkanik sebaiknya dicampurkan dengan tanah, bukan langsung dibuang.
- Kondisi tanah perlu diperiksa melalui pengukuran pH dan daya hantar listrik (DHL).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.