Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Nasional Netral

Empat SRU Perluas Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda

Rabu, 9 September 2026, 12:57 WIB Sumber: Kompas Dibaca 1 kali
Ukuran:

Tim SAR gabungan memperluas pencarian delapan orang hilang di Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026), termasuk lima jurnalis yang meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, dengan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) pada hari kedua (Rabu, 9/9/2026) menggunakan kapal KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, RIB 01 Lampung, dan RIB 02 Banten. Pencarian hari pertama yang dimulai sejak Selasa (8/9/2026) siang belum membuahkan hasil, sehingga area pencarian diperluas dari titik komunikasi terakhir hingga menyisir lokasi seperti Pulau Rakata dan Pulau Panjang dengan dukungan personel dari Basarnas, TNI-Polri, balawista, nelayan, serta peralatan berupa mobil penyelamat dan drone thermal. Pemimpin Redaksi Merdeka.com dan Direktur Utama Kantor Berita Antara menyampaikan apresiasi atas upaya pencarian serta meminta semua pihak tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Poin-Poin Utama

  • Tim SAR gabungan memperluas pencarian delapan orang hilang di Selat Sunda pada hari kedua, Rabu (9/9/2026).
  • Delapan orang hilang sejak Senin (7/9/2026) siang di Selat Sunda.
  • Lima korban adalah jurnalis: M. Bagus Khoirunnas (Antara), Arie Basuki (Merdeka.com), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (freelance).
  • Tiga korban lainnya: Warta (kapten kapal), Surakman (anak buah kapal), Heriyanto (pemandu).
  • Pencarian hari kedua dimulai pukul 07.00 WIB menggunakan empat Search and Rescue Unit (SRU).
  • Area pencarian diperluas mencakup Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
  • SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247, menyisir hingga 68,3 mil laut dengan jarak antar jalur 3 mil laut.
  • SRU 2 didukung KAL Anyer, mencari hingga 69,5 mil laut dengan jarak antar jalur 3 mil laut.
  • SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung, menyisir hingga 67 mil laut dengan jarak antar jalur 1 mil laut.
  • SRU 4 dibantu RIB 02 Banten menyisir sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
  • Pencarian hari pertama dimulai setelah laporan diterima Selasa (8/9/2026) siang dan belum membuahkan hasil hingga Selasa malam.
  • Operasi melibatkan personel dari Kantor SAR Banten, USS Pandeglang, Kantor SAR Lampung, TNI-Polri, balawista, nelayan, dan masyarakat.
  • Peralatan pencarian mencakup mobil penyelamat, drone thermal, dan peralatan SAR air.
  • Merdeka.com meminta semua pihak tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
  • Antara mengirim tim khusus gabungan pusat dan Biro Banten untuk memastikan upaya komunikasi dan koordinasi berjalan terus-menerus.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#selat sunda#basarnas#jurnalis hilang#sar#kecelakaan laut
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya