Visual Terkini Anak Krakatau dari KRI Lepu, Ini Penampakannya
861 TNI AL pasca erupsi dini hari pada 9 September 2026. Hasil pemantauan visual menunjukkan gunung masih mengeluarkan asap dan abu vulkanik kecokelatan, dengan sebaran debu hingga ketinggian 2,1 km bergerak ke arah barat laut menuju Teluk Lampung. PVMBG mencatat erupsi berdurasi 28 detik dengan amplitudo 51 Mm, serta gempa low frequency, hybrid, dan tremor menerus.
Poin-Poin Utama
- Gunung Anak Krakatau erupsi pada Rabu (9/9/2026) pukul 00:47 WIB.
- Durasi erupsi tercatat 28 detik dengan amplitudo maksimum 51 Mm.
- Tinggi kolom erupsi tidak teramati.
- Pemantauan visual dilakukan dari KRI Lepu-861 milik TNI AL pukul 10.00 WIB.
- Tim pemantauan terdiri dari Kepala Kesbangpol Lampung, Dinas Lingkungan Hidup Lampung, BPBD Lampung, Basarnas, dan ITERA.
- KRI Lepu-861 mendekati kawasan gunung dengan izin pihak terkait dan mengikuti SOP.
- Petugas Wahyu Hidayat melaporkan dari KRI Lepu melihat erupsi awan dan abu vulkanik kecokelatan.
- Abu tipis dan asap masih keluar dari gunung saat pemantauan.
- Citra RGB Himawari-9 menunjukkan sebaran debu vulkanik dari permukaan hingga ketinggian sekitar 7.000 ft atau 2,1 km.
- Abu vulkanik bergerak ke arah barat laut mencakup sebagian Teluk Lampung.
- Aktivitas kegempaan tercatat 1 gempa letusan amplitudo 51 Mm durasi 28 detik.
- 1 gempa low frequency tercatat amplitudo 16 Mm durasi 6 detik.
- 1 gempa hybrid/fase banyak tercatat amplitudo 26 Mm durasi 4 detik.
- 1 gempa tremor menerus tercatat amplitudo 2-7 Mm, dominan 3 Mm.
- BPBD Lampung menyatakan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk kewaspadaan masyarakat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.