Polda Banten Didirikan Posko Antemortem Lacak 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Polda Banten mendirikan posko antemortem melalui Bidang Dokkes untuk mempercepat identifikasi lima jurnalis hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Pandeglang. Tim SAR terpadu yang terdiri dari Basarnas, Polri, TNI, Polairud, Lanal, dan BPBD terus memaksimalkan pencarian sejak informasi kehilangan diterima pada Selasa (8/9). Kapolda Banten Irjen Hengki menekankan keselamatan tim pencarian mengingat kondisi cuaca dan dinamika vulkanik, serta mengimbau masyarakat danoperator transportasi laut mematuhi zonasi aman radius tiga kilometer sesuai anjuran PVMBG.
Poin-Poin Utama
- Polda Banten menyiagakan posko antemortem melalui Bidang Dokkes.
- Posko disiapkan untuk identifikasi lima jurnalis hilang kontak.
- Lima jurnalis hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Pandeglang.
- Tim SAR terpadu terdiri dari Basarnas, Polri, TNI, Polairud, Lanal, dan BPBD.
- Informasi kehilangan pertama kali diterima pada Selasa (8/9).
- Pencarian berlangsung sejak hari Selasa hingga saat ini.
- Kapolda Banten Irjen Hengki menyampaikan pernyataan di Pandeglang.
- Polda Banten menekankan keselamatan personel akibat cuaca dan dinamika vulkanik.
- PVMBG menetapkan radius aman lebih dari tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
- Masyarakat dan operator transportasi laut diimbau mematuhi zonasi aman PVMBG.
- Pencarian dilakukan untuk menemukan jurnalis yang belum ditemukan.
- Tim gabungan melakukan penyisiran di titik-titik pencarian yang ditentukan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.