Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Netral

Pemerintah Prioritaskan Pemulihan 333 Rumah Pascakonflik di Papua Pegunungan

Rabu, 9 September 2026, 22:50 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 2 kali
Ukuran:

Pemerintah mempercepat pemulihan pascakonflik sosial di Papua Pegunungan dengan memprioritaskan pembangunan kembali 333 rumah warga serta fasilitas umum yang rusak akibat bentrokan antarkelompok. Menko Polkam menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian/lembaga dengan penanggung jawab yang jelas, sementara Menko PMK Pratikno menekankan bahwa pemulihan juga harus dilakukan melalui pendekatan kultural guna mencegah konflik berulang. Meskipun perdamaian adat melalui prosesi patah panah dan lepas tali busur telah dilakukan, pemerintah tetap fokus pada pemulihan fisik dan sosial ekonomi bagi 874 warga yang sempat mengungsi.

Poin-Poin Utama

  • Pemerintah prioritaskan pemulihan 333 rumah pascakonflik di Papua Pegunungan.
  • Rumah warga rusak: 333 unit.
  • Jembatan rusak: 1 unit.
  • Gedung sekolah (SD) rusak: 2 sekolah mencakup 2 ruang kelas.
  • PAUD rusak: 1 unit.
  • Fokus pemulihan di Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Lanny Jaya.
  • Rapat koordinasi digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (9/9).
  • Menko Polkam Djamari Chaniago pimpin komitmen percepatan pemulihan.
  • Menko Polkam akan koordinasi dengan Menteri Sekretaris Negara bagi tugas lintas kementerian/lembaga.
  • Menko PMK Pratikno tekankan pendekatan kultural cegah konflik berulang.
  • Menko PMK minta pendataan akurat untuk verifikasi anggaran.
  • Konflik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, terjadi Mei 2026.
  • Konflik libatkan kelompok Lani, Yali, dan warga Kabupaten Lanny Jaya.
  • Pemicu konflik: kecelakaan lalu lintas dan kasus pembunuhan perempuan.
  • Data Polda Papua per 19 Mei 2026: 874 warga mengungsi.
Tagar Terkait
#papua pegunungan#jayawijaya#djamari chaniago#lanny jaya#kemenko polkam#pascakonflik#pratikno#kemenko pmk#pemulihan pascakonflik
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya