Presiden UEA Ingatkan Netanyahu tentang Serangan Hamas 7 Oktober, Ini 5 Faktanya
Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed dilaporkan telah memperingatkan Netanyahu sekitar 10 hari sebelum serangan Hamas 7 Oktober 2023 melalui telepon 45 menit mengenai rencana besar Yahya Sinwar. Kantor Netanyahu menyebut laporan tersebut sebagai 'kebohongan mutlak,' sementara empat pemimpin oposisi Israel menuntut penyelidikan menyeluruh dan Naftali Bennett menuding Netanyahu melakukan 'kelalaian kriminal.' Laporan dari Haaretz ini muncul menjelang pemilihan umum Israel dan dimanfaatkan lawan politik sebagai bukti peringatan yang diabaikan Netanyahu.
Poin-Poin Utama
- Netanyahu menghadapi kecaman politik terkait laporan bahwa Presiden UEA memperingatkannya soal serangan Hamas sebelum 7 Oktober 2023.
- Kantor Perdana Menteri Israel menyebut laporan tersebut sebagai 'kebohongan mutlak'.
- Pemilihan umum Israel tinggal kurang dari dua bulan lagi.
- Empat pemimpin oposisi—Gadi Eisenkot, Naftali Bennett, Avigdor Lieberman, dan Yair Golan—meminta 'penyelidikan segera dan menyeluruh'.
- Mantan Perdana Menteri Naftali Bennett menyebut laporan itu 'benar' dan menuduh Netanyahu melakukan 'kelalaian kriminal'.
- Mantan Perdana Menteri Yair Lapid menyatakan ia juga telah memperingatkan kemungkinan serangan sebelum kejadian.
- Pejabat tinggi keamanan Israel dan pejabat Mesir juga mengeluarkan peringatan serupa sebelumnya.
- Laporan dimuat di surat kabar Haaretz berdasarkan buku jurnalis Israel Shlomi Eldar dan Ruti Yuval.
- Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed menelepon Netanyahu sekitar 10 hari sebelum 7 Oktober.
- Percakapan telepon berlangsung selama 45 menit.
- Bin Zayed memperingatkan bahwa pemimpin Hamas Yahya Sinwar merencanakan langkah besar terhadap Israel.
- Peringatan menyebut potensi pertumpahan darah dan gangguan stabilitas kawasan.
- Sinwar menyampaikan pesan ke UEA dan Israel lewat mediator Palestina pada pertengahan September 2023.
- Pesan tersebut memperingatkan akan datangnya 'gempa bumi' (peristiwa besar).
- Netanyahu bereaksi 'relatif tenang' dan meyakinkan Bin Zayed bahwa Israel siap menghadapi skenario apa pun.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.