Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Hukum Netral

Polisi Belum Pastikan Teror Molotov di Komnas HAM Papua, Tunggu Labfor

Kamis, 10 September 2026, 09:01 WIB Sumber: CNN Dibaca 4 kali
Ukuran:

Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua di Jayapura dilempar benda yang diduga bom molotov oleh orang tidak dikenal pada Rabu (9/9) pagi, namun polisi belum dapat memastikan apakah benda tersebut benar-benar molotov karena masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor Polda Papua atas pecahan botol berisi cairan yang ditemukan di lokasi. Komnas HAM pusat meminta Polda Papua mengusut kasus ini secara menyeluruh demi keselamatan petugas HAM di Papua. Sementara itu, Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua meminta Presiden, Kapolri, dan Menteri HAM turun tangan merespons peristiwa tersebut.

Poin-Poin Utama

  • Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua di Jayapura dilempari benda yang diduga bom molotov oleh orang tidak dikenal pada Rabu (9/9) pagi.
  • Waktu kejadian pelemparan terjadi sekitar pukul 10.00 WIT menurut laporan kepolisian.
  • Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramandey menyebut waktu kejadian sekitar pukul 10.15 WIT.
  • Lokasi kejadian di Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Dok V Bawah, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.
  • Benda dilempar berupa botol berisi bensin dengan sumbu, diarahkan ke tempat parkir kendaraan bermotor.
  • Api tidak sempat membesar dan tidak merembet ke bangunan kantor.
  • Pelaku melarikan diri setelah melempar dan tidak terlihat oleh staf Komnas HAM.
  • TKP telah dipasangi garis polisi dan olah tempat kejadian perkara telah dilakukan.
  • Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Papua atas isi pecahan botol.
  • Kepolisian belum dapat memastikan benda tersebut adalah bom molotov hingga hasil lab keluar.
  • Kombes Fredrickus Maclarimboen menjabat sebagai Kapolresta Jayapura Kota.
  • Komnas HAM pusat di Jakarta mendesak Polda Papua mengusut kasus secara menyeluruh.
  • Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P Siagian, menyampaikan pernyataan resmi.
  • Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua meminta Presiden Prabowo, Kapolri Listyo Sigit, dan Menteri HAM Natalius Pigai turun tangan.
  • Koalisi terdiri atas LBH Papua, PAHAM Papua, LBH Kyadawun, Tong Pu Ruang Aman, Kontras Papua, dan Yadupa.
Tagar Terkait
#papua#penegakan hukum#hak asasi manusia#polda papua#komnas ham papua#terorisme#teror molotov#labfor
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.

Buka Sumber di CNN

Warta Terkini Lainnya