Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Umum Netral

Jawaban Badan Geologi soal Potensi Tsunami Erupsi Berulang Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026, 11:30 WIB Sumber: DetikNews Dibaca 1 kali
Ukuran:

Badan Geologi menyatakan tidak semua erupsi Gunung Anak Krakatau dapat memicu tsunami; tsunami Selat Sunda 2018 mainly disebabkan keruntuhan sebagian tubuh gunung api ke laut dalam volume besar, bukan semata-mata akibat kolom erupsi. Pemantauan terkini menunjukkan bentuk dasar dan kawah utama gunung relatif tidak mengalami perubahan signifikan dibanding pemetaan sebelumnya, dengan tubuh gunung yang terbentuk kembali pasca-2018 masih terlalu kecil untuk berpotensi runtuh memicu tsunami. Meski demikian, Badan Geologi tetap memantau secara intensif perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi Gunung Anak Krakatau.

Poin-Poin Utama

  • Lana Saria, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, mengatakan tidak semua erupsi Gunung Anak Krakatau dapat memicu tsunami.
  • Tsunami Selat Sunda terjadi pada 22 Desember 2018.
  • Tsunami 2018 terutama disebabkan keruntuhan sebagian tubuh gunung api ke laut dengan volume besar.
  • Keruntuhan tersebut bukan semata-mata akibat kolom erupsi.
  • Sebagian besar tubuh gunung pada sisi tertentu runtuh pada 2018.
  • Gunung mengalami pertumbuhan dan perubahan morfologi akibat aktivitas erupsi berikutnya.
  • Bentuk dasar Gunung Anak Krakatau relatif tidak menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan pemetaan sebelumnya.
  • Gunung Anak Krakatau tidak mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.
  • Pemetaan morfologi terbaru menunjukkan bentuk dasar tubuh gunung dan kawah utama relatif tidak berubah.
  • Pertumbuhan tubuh gunung pasca-erupsi 2018 masih relatif kecil.
  • Pertumbuhan tersebut tidak berpotensi mengalami keruntuhan skala besar.
  • Badan Geologi ESDM terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas gunung.
  • Perubahan morfologi gunung tetap menjadi perhatian pemantauan.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#erupsi#badan geologi#tsunami#aktivitas vulkanik#esdm#pemantauan geologi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.

Buka Sumber di DetikNews

Warta Terkini Lainnya