Ekonom sebut ada empat PR yang perlu jadi perhatian Menkeu Suahasil
Ekonom Herry Gunawan menyebutkan empat pekerjaan rumah yang harus diperhatikan oleh Menteri Keuangan Suahasil Nazara, yaitu kredibilitas RAPBN, hubungan dengan dunia usaha, kondisi internal organisasi, serta kualitas teknokrasi dalam pengambilan kebijakan. Target penerimaan perpajakan RAPBN 2027 yang naik 10,51 persen menjadi sorotan utama karena dikhawatirkan dapat menekan konsumsi dan daya beli masyarakat, terutama bersamaan dengan pemangkasan subsidi energi. Selain itu, hubungan pemerintah dengan dunia usaha perlu diperbaiki karena isu pemeriksaan pajak terhadap beberapa perusahaan dianggap berpotensi meningkatkan ketidakpastian bagi pelaku usaha.
Poin-Poin Utama
- Ekonom Herry Gunawan menyebut empat pekerjaan rumah bagi Menkeu Suahasil Nazara.
- Empat persoalan meliputi kredibilitas RAPBN, hubungan dengan pemangku kepentingan, kondisi internal organisasi, dan kualitas teknokrasi.
- Target penerimaan perpajakan RAPBN 2027 ditetapkan sebesar Rp2.908 triliun.
- Target tersebut naik 10,51 persen dari outlook 2026 sebesar Rp2.631 triliun.
- Kenaikan target penerimaan perlu dikaji bersama kebijakan pemangkasan subsidi energi.
- Subsidi BBM dan LPG dipangkas pemerintah dalam RAPBN 2027.
- Kombinasi kenaikan target pajak dan pemangkasan subsidi berpotensi menciptakan paradoks kebijakan fiskal.
- Ekonom meminta target penerimaan tinggi tidak dibayar dengan kontraksi ekonomi.
- Pekerjaan rumah kedua adalah memperbaiki hubungan pemerintah dengan dunia usaha.
- Dunia usaha seharusnya ditempatkan sebagai mitra pembangunan.
- Isu perpajakan menyangkut 40 perusahaan baja yang sedang dalam pemeriksaan.
- Sepuluh perusahaan sawit juga menjadi subjek pemeriksaan perpajakan.
- Pendekatan berbasis ancaman dikhawatirkan meningkatkan ketidakpastian bagi pelaku usaha.
- Pekerjaan rumah ketiga berada di internal Kementerian Keuangan.
- Pergantian pejabat tidak otomatis menyelesaikan persoalan organisasi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.