Beranda Jumat, 18 September 2026

!online

Politik Netral

BNPP RI Gandeng Negara Tetangga Kembangkan Kawasan Perbatasan

Kamis, 17 September 2026, 07:13 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

negara tetangga, sebagaimana dibahas dalam Indonesia Border Partnership Coffee Morning yang mempertemukan BNPP RI dengan perwakilan negara tetangga. Forum tersebut dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang memperkenalkan fungsi dan program pembangunan BNPP, dengan ruang lingkup perbatasan mencakup 10 negara tetangga yang tiga di antaranya berbatasan darat. Seluruh perwakilan negara sahabat menyambut baik kerja sama di bidang perdagangan, kebudayaan, dan bidang lainnya demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan negara di wilayah perbatasan.

Poin-Poin Utama

  • Forum Indonesia Border Partnership Coffee Morning diselenggarakan di Jakarta pada 16 September 2026.
  • Forum tersebut dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI.
  • Indonesia memiliki perbatasan dengan 10 negara tetangga.
  • Tiga negara berbatasan darat dengan Indonesia yakni Malaysia, Papua Nugini, dan Timor-Leste.
  • Tujuh negara berbatasan laut dengan Indonesia yakni Singapura, Australia, Filipina, Vietnam, Thailand, India, dan Palau.
  • Pengelolaan perbatasan mencakup pengamanan wilayah, pembangunan kawasan, dan peningkatan manfaat bagi masyarakat.
  • BNPP RI mendorong pengembangan kawasan perbatasan melalui kerja sama dengan negara-negara tetangga.
  • Peluang kerja sama perbatasan mencakup bidang perdagangan, kebudayaan, dan aktivitas masyarakat.
  • Duta Besar Timor-Leste Roberto Sarmento de Oliveira Soares menilai pertemuan tersebut membuka peluang memperkuat kerja sama bilateral.
  • Penasihat Australian Border Force untuk Indonesia Ian Kelly menyebut kerja sama kedua negara masih dapat dikembangkan.
  • Aktivitas perdagangan, kekerabatan, kebudayaan, dan mobilitas masyarakat membentuk dinamika di kawasan perbatasan.
  • Pengembangan kawasan perbatasan memerlukan tata kelola yang mendukung produktivitas.
  • Pembangunan perbatasan diarahkan untuk menciptakan aktivitas ekonomi dan sosial yang produktif.
  • Seluruh perwakilan negara sahabat menyambut baik dan bersedia mempererat hubungan kemitraan.
  • Keberhasilan pengembangan kawasan perbatasan bergantung pada koordinasi antarinstitusi di dalam negeri.
Tagar Terkait
#tito karnavian#mendagri#perbatasan#kerja sama internasional#bnpp ri#kawasan perbatasan
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya