Mendagri Minta Pengamanan ASN di Papua Diperkuat
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta aparat keamanan memperkuat pengamanan aparatur sipil negara di Papua menyusul penembakan tiga pegawai NTT oleh kelompok bersenjata. Tito menanggapi tudingan bahwa para korban merupakan anggota intelijen dengan menyatakan bahwa tuduhan tersebut sering digunakan kelompok bersenjata untuk membenarkan aksi kekerasan mereka. Ia berharap Polri, TNI, dan intelijen dapat menjaga situasi keamanan dan memantau pergerakan kelompok bersenjata agar masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa takut.
Poin-Poin Utama
- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta penguatan pengamanan bagi aparatur sipil negara di Papua.
- Penembakan dilakukan terhadap tiga pegawai asal Nusa Tenggara Timur.
- Peristiwa terjadi di wilayah Jayawijaya, Papua.
- Tersangka adalah kelompok bersenjata.
- Tito menanggapi tuduhan yang menyebut korban sebagai anggota intelijen.
- Tuduhan tersebut sering dipakai kelompok bersenjata untuk membenarkan aksi kekerasan.
- Pernyataan Tito disampaikan dalam rapat bersama Komisi II DPR, para gubernur, dan Kementerian ATR/BPN.
- Rapat berlangsung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
- Rapat dilaksanakan pada hari Selasa, 15 September 2026.
- Tito menilai aksi tersebut bertujuan menciptakan ketakutan di masyarakat.
- Ia berharap Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, dan intelijen menjaga situasi tetap kondusif.
- Aparat diminta memantau pergerakan kelompok bersenjata.
- Langkah untuk menetralisir ancaman juga menjadi harapan Tito.
- Kondisi keamanan yang kondusif diperlukan agar masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa takut.
- Tito menyatakan serangan berkelanjutan membuat masyarakat tidak dapat tenang.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.