Total 3 Ruang Dirjen ATR/BPN Digeledah, KPK Sita Barbuk Elektronik
KPK menyelesaikan penggeledahan di tiga ruang Direktorat Jenderal Kementerian ATR/BPN, namely ruang Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang, serta Dirjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah, dan menyita dokumen serta barang bukti elektronik untuk dianalisis dalam perkara yang sedang diusut. KPK telah menetapkan delapan tersangka dalam kasus dugaan suap dan penerimaan lainnya di lingkungan ATR/BPN, namely Sontang Coin Manurung, Fahd El Fouz, Arif Sugiyanto, Adrianto Pitojo Adhi, Lampri, Muhammad Fakhry, Erwin, dan Rizal Pahlevi, dengan sebagian besar merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.
Poin-Poin Utama
- KPK merampungkan penggeledahan di tiga ruang Direktorat Jenderal di Kementerian ATR/BPN pada 17 September malam.
- Tiga ruang yang digeledah yaitu ruang Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (Lampri), Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (Virgo Eresta Jaya), dan Dirjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (Asnaedi).
- Penyidik menyita dokumen dan Barang Bukti Elektronik (BBE) dari penggeledahan tersebut.
- Barang bukti elektronik berkaitan dengan proses dan mekanisme layanan di Kementerian ATR/BPN.
- Seluruh barang bukti akan diekstraksi, ditelaah, dan dianalisis oleh penyidik.
- KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
- Delapan tersangka yakni Sontang Coin Manurung, Fahd El Fouz, Arif Sugiyanto, Adrianto Pitojo Adhi, Lampri, Muhammad Fakhry, Erwin, dan Rizal Pahlevi.
- Arif Sugiyanto merupakan mantan Bupati Kebumen.
- Arif, Fahd, Erwin, dan Muhammad Fakhry disebut sebagai orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.
- Para tersangka ditahan selama 20 hari sejak 15 September hingga 4 Oktober 2026.
- Penahanan dilakukan di Rutan Cabang Gedung Putih KPK.
- Pada 14 September, KPK menangkap tangan 19 orang dalam operasi senyap di wilayah Jabodetabek.
- Total barang bukti uang yang ditemukan sejumlah Rp106,3 miliar.
- Uang temuan di rumah Arif Sugiyanto berupa Rp31,86 miliar, US$2.611.500, Sin$1.974.500, SAR910, dan RM981.
- Uang temuan di rumah Rizal Pahlevi sejumlah Rp896 juta, di rumah Zimamun Ni'am Aulawi sejumlah Rp8 juta, dan di rumah Sontang Coin Manurung sejumlah Rp49,5 juta.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.