KSAL jelaskan alasan pilih bangun pangkalan kapal induk di Lampung
KSAL Muhammad Ali menjelaskan pemilihan lokasi pangkalan kapal induk di Lampung didasarkan pada kedalaman laut yang memadai dengan draft sekitar 8 meter serta akses navigasi yang baik dan kondisi lokasi yang cukup terlindungi. Dia memastikan Lampung bukan satu-satunya lokasi pangkalan kapal induk karena TNI AL telah menyiapkan beberapa lokasi lain untuk bersandarnya kapal induk. Kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dengan kecepatan 30 knot dan dilengkapi berbagai sistem radar serta senjata termasuk peluncur peluru kendali antipesawat dan tabung torpedo.
Poin-Poin Utama
- KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali memilih membangun pangkalan kapal induk di Teluk Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
- Kedalaman laut di lokasi tersebut mencapai sekitar 8 meter.
- Kondisi geografis Lampung sangat memungkinkan untuk pangkalan kapal induk.
- Akses navigasi di Lampung dinilai sangat baik dan lokasi cukup terlindungi.
- Lampung tidak akan menjadi satu-satunya tempat kapal induk bersandar.
- Pihak TNI AL telah menyiapkan beberapa pangkalan kapal induk di lokasi lain.
- Kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki kemiripan dengan KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321.
- Ketiga kapal tersebut dibuat oleh perusahaan asal Italia, Fincantieri.
- Panjang kapal induk Giuseppe Garibaldi adalah 180,2 meter.
- Kecepatan kapal dapat mencapai 30 knot atau 56 kilometer per jam.
- Kapal dilengkapi radar pengacau dan berbagai senjata.
- Senjata yang dipasang meliputi peluncur Oktupel Mk.29 untuk peluru kendali antipesawat.
- Senjata lainnya mencakup Oto Melara Kembar 40L70 DARDO.
- Kapal juga dilengkapi tabung torpedo rangkap tiga kaliber 324 milimeter.
- Sistem rudal Otomat Mk 2 SSM turut dipasang pada kapal.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.