Hampir 200 Ribu Pekerja di AS Terkena PHK Sejak 2023 Akibat AI
Sekitar 192.000 pekerja di AS kehilangan pekerjaan akibat pergantian oleh AI sejak 2023 hingga September 2026, dengan lebih dari 60 persen di-PHK pada Januari hingga September 2026 yang berkontribusi sekitar 21 persen dari total PHK tahun ini. Lonjakan PHK akibat AI meningkat secara eksponensial dari 4.200 pekerja pada 2023 menjadi 120.100 pekerja pada Januari hingga September 2026. Periode Mei 2026 mencatat PHK bulanan tertinggi dengan 38.600 pekerja.
Poin-Poin Utama
- Sejak 2023, hampir 200.000 pekerja di Amerika Serikat kehilangan pekerjaan akibat kecerdasan buatan.
- Menurut Challenger, Gray & Christmas, 192.000 pekerja terdampak PHK berbasis AI dari 2023 hingga September 2026.
- Sebanyak 120.100 orang di-PHK pada Januari hingga September 2026 atau lebih dari 60 persen dari total.
- PHK berbasis AI berkontribusi sekitar 21 persen dari seluruh total PHK di Amerika Serikat sepanjang 2026.
- Pada 2023, sebanyak 4.200 pekerja kehilangan pekerjaan akibat AI.
- Pada 2024, jumlah PHK berbasis AI meningkat menjadi 12.700 pekerja.
- Pada 2025, PHK berbasis AI melonjak menjadi 54.800 pekerja.
- Dari Januari hingga September 2026, tercatat 120.100 pekerja kehilangan pekerjaan.
- Mei 2026 menjadi bulan dengan PHK bulanan tertinggi dalam dua tahun terakhir, yakni 38.600 pekerja.
- Oktober 2025 tercatat sebagai periode tertinggi kedua dengan 31.000 pekerja.
- April 2026 mencatat 21.500 pekerja kehilangan pekerjaan.
- Tren penggantian tenaga kerja manusia oleh otomatisasi AI meningkat secara eksponensial.
- Gelombang efisiensi akibat adopsi AI terus menghantam tenaga kerja Amerika Serikat.
- Lonjakan PHK terbesar akibat AI terjadi sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026.
- Penggantian posisi oleh AI menjadi penyebab utama hilangnya pekerjaan di berbagai sektor.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.