Karyawan OpenAI Ditangkap FBI Usai Ketahuan Pasang Alat Perekam Rahasia di Ruang Rapat Eksekutif
diam di ruang rapat eksekutif kantor OpenAI di San Francisco, California. Perangkat tersebut disembunyikan di port USB di belakang televisi menggunakan pembungkus kertas toilet, dan pertama kali ditemukan pada 30 September oleh karyawan perusahaan. Tersangka yang merupakan insinyur di perusahaan tersebut sejak Juli 2025 telah dipecat dan terancam hukuman penjara hingga lima tahun serta denda US$250.000 jika terbukti bersalah.
Poin-Poin Utama
- Abdulrahman Alfozan, warga negara Arab Saudi, ditangkap FBI di California.
- Ia bekerja sebagai insinyur di OpenAI sejak Juli 2025.
- Alfozan diduga menanam alat perekam tersembunyi di ruang rapat eksekutif kantor OpenAI di San Francisco.
- Perangkat penyadap dibungkus kertas toilet dan dimasukkan ke port USB di belakang televisi ruang rapat.
- Alat perekam ditemukan pada 30 September, dua hari setelah dipasang.
- OpenAI menyatakan tidak ada bukti source code, model weights, atau data pelanggan diakses.
- OpenAI menggunakan AI buatannya sendiri untuk melacak dan mengidentifikasi asal-usul perangkat tersebut.
- FBI menyatakan Alfozan sengaja menyembunyikan alat perekam untuk mencuri informasi produk AI perusahaan.
- Tersangka mencari cara membuat, memasang, merekam, menyamarkan, dan mengakses perangkat audio jarak jauh.
- Alfozan juga bertanya kepada chatbot cara membuat perekam audio terus-menerus dan mengenkripsi kartu SD.
- Pada 5 Oktober, Alfozan terekam CCTV kembali ke ruang rapat untuk memeriksa perangkatnya.
- Pada hari yang sama, ia meninggalkan tas berisi dompet, kartu identitas, dan perangkat perekam serupa.
- Alfozan telah dipecat dari OpenAI dan menghadapkan ke pengadilan.
- Ia dijerat dakwaan menggunakan perangkat elektronik untuk mengintersepsi komunikasi lisan.
- Jika terbukti bersalah, Alfozan terancam hukuman 5 tahun penjara dan denda US$250.000.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.