Kemenhaj Diminta Pastikan Keamanan Jamaah Umrah Terdampak Konflik di Riyadh
Anggota Komisi VIII DPR meminta Kemenhaj memastikan keamanan dan perlindungan jamaah umrah yang terdampak gangguan penerbangan akibat konflik di Riyadh, Arab Saudi. Sejumlah rombongan jamaah mengalami kendala akibat pembatasan rute udara di Riyadh dan kota transit di kawasan Teluk. Kemenhaj diminta melakukan pemutakhiran data lokasi jamaah terdampak dan memperkuat sinergi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, serta PPIU guna memastikan kebutuhan akomodasi dan konsumsi mereka terpenuhi.
Poin-Poin Utama
- Anggota Komisi VIII DPR meminta Kemenhaj memastikan keamanan jamaah umrah terdampak gangguan penerbangan.
- Gangguan penerbangan disebabkan eskalasi konflik di Riyadh, Arab Saudi.
- Legislator meminta pemerintah memperkuat sistem perlindungan jamaah umrah.
- Legislator juga meminta pemerintah menyiagakan langkah mitigasi darurat.
- Kemenhaj harus memastikan setiap jamaah terdampak terpantau dengan baik.
- Sejumlah rombongan jamaah mengalami kendala pembatasan rute udara.
- Pembatasan rute udara berlaku di kawasan Riyadh dan kota transit seperti Abu Dhabi serta Dubai.
- Maman meminta Kemenhaj melakukan pemutakhiran data dan pemetaan lokasi jamaah terdampak.
- Tujuan pemetaan adalah memastikan kebutuhan akomodasi dan konsumsi jamaah terpenuhi.
- Kemenhaj harus memantau kondisi jamaah di Arab Saudi maupun calon jamaah yang akan berangkat.
- Keselamatan jamaah menjadi prioritas utama dalam penanganan ini.
- Kemenhaj diminta memperkuat sinergi dengan Kementerian Luar Negeri.
- Kemenhaj diminta memperkuat sinergi dengan KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah.
- Kemenhaj diminta memperkuat sinergi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.