Harga Minyak Dunia Turun Lebih dari 1%, Brent Tetap Bertahan di Atas USD104 per Barel
Harga minyak dunia turun lebih dari 1% pada perdagangan Kamis (15/10) seiring pelaku pasar mempertimbangkan risiko gangguan pasokan akibat serangan terhadap kapal di sekitar Selat Hormuz serta potensi pelonggaran sanksi AS terhadap kapal pengangkut minyak shadow fleet untuk menekan biaya. Minyak mentah Brent bertahan di atas USD104 per barel di tengah ketidakpastian pelayaran dan perdagangan energi di Timur Tengah yang diperkirakan baru pulih pada kuartal I 2027.
Poin-Poin Utama
- Harga minyak dunia turun lebih dari 1% pada perdagangan Kamis, 15 Oktober.
- Minyak mentah Brent bertahan di atas USD104 per barel.
- Kapal kontainer dan kapal pengangkut kargo curah kering tenggelam di dekat Selat Hormuz.
- Dua kapal tenggelam dalam 24 jam setelah terkena proyektil.
- Konflik yang melibatkan Iran mengganggu aktivitas pelayaran.
- Biaya transportasi maritime mencapai rekor tertinggi.
- Pemerintahan Trump mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap kapal shadow fleet.
- Pejabat IMF memperkirakan harga minyak tetap tinggi.
- Arus pelayaran dan perdagangan di kawasan Timur Tengah diperkirakan kembali normal pada kuartal I 2027.
- Data API menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS.
- Data EIA tertunda publikasinya akibat hari libur nasional pada Senin.
- Perkiraan awal menunjukkan kenaikan stok minyak dalam jumlah terbatas.
- Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun USD1,74 atau 1,65% menjadi USD104,32 per barel.
- Minyak mentah WTI untuk pengiriman November melemah USD1,09 atau 1,15% menjadi USD94 per barel.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.