RI dinilai perlu tangkap peluang relokasi modal dampak konflik Timteng
Konflik berkepanjangan di Timur Tengah, khususnya wilayah Teluk, membawa dampak buruk bagi perekonomian Indonesia namun juga membuka peluang relokasi modal bagi Indonesia karena investor mulai meninggalkan kawasan tersebut yang dianggap tidak aman. Peneliti CSED INDEF Imas Damayanti mendorong pemerintah agar segera menangkap peluang capital inflow dari Gulf States yang selama ini menjadi safe heaven investor sebelum momentum hilang, karena Indonesia termasuk negara ASEAN yang relatif aman dari konflik maritim maupun udara.
Poin-Poin Utama
- Imas Damayanti adalah peneliti junior Center for Sharia Economic Development (CSED) Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).
- Konflik di Timur Tengah, khususnya wilayah Teluk, berdampak pada perekonomian Indonesia secara langsung maupun tidak langsung.
- Konflik berlarut di wilayah Teluk menciptakan pergeseran modal yang membuka peluang investasi masuk bagi Indonesia.
- Capital flight dari Gulf States yang selama ini dianggap sebagai safe heaven oleh investor harus dialihkan ke Indonesia.
- Ketegangan di Timur Tengah dan wilayah Teluk belum menunjukkan tanda penyelesaian yang konkret.
- Instabilitas keamanan kawasan dijadikan indikator utama berjalannya sektor andalan wilayah Teluk.
- Wilayah Teluk saat ini berupaya mendiversifikasi sektor nonmigasnya.
- Penutupan ruang udara maupun laut di wilayah Teluk menjadi bukti ketegangan konflik yang belum terselesaikan.
- Penutupan ruang udara di wilayah Teluk berpotensi menghilangkan pendapatan belanja wisatawan internasional sebesar 58 miliar dolar Amerika Serikat.
- Proyek strategis sektor properti dan digital di Dubai dan Doha terancam mandek.
- Sejumlah perusahaan multinasional mulai melirik wilayah Asia Tenggara untuk kantor pusat regional.
- Indonesia termasuk negara di kawasan ASEAN yang relatif aman dari konflik maritim maupun udara.
- Capital inflow berkorelasi dengan penguatan nilai tukar rupiah dan pertumbuhan pasar.
- Imas mendorong pemerintah agar tidak kehilangan momentum dalam menarik modal masuk.
- Peluang ini diharapkan menjadi stimulus pembangunan nasional.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.